NRP: 3203013017
STRATEGI
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN
Kita telah
mengenal berbagai macam perusahaan dari berbagai sumber yang ada di sekitar
kita. Banyak dari kita yang mengira bahwa perusahaan yang besar hanya didukung
oleh modal yang besar, tetapi tidak tahu bagaimana perusahaan itu menjalankan
bisnis mereka dan apa saja strategi yang diterapkan oleh perusahaan tersebut.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang salah satu strategi yang
dapat mendorong perusahaan untuk maju dan berkembang menjadi perusahaan yang
lebih baik lagi, yaitu manajemen rantai pasokan (supply chain management).
Pertama-tama mari kita mengenali pengertian dari
manajemen rantai pasokan. Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2009) manajemen
rantai pasokan adalah integrasi aktivitas pengadaan bahan dan pelayanan,
pengubahan menjadi barang setengah jadi dan produk akhir, serta pengiriman
kepada pelanggan. Kegiatan manajemen rantai pasokan ini mencakup beberapa
aktivitas, diantaranya menentukan: 1) penyedia transportasi, 2) transfer uang
secara kredit dan tunai, 3) para pemasok, 4) distributor, 5) utang dan piutang
usaha, 6) pergudangan dan persediaan, 7) pemenuhan pesanan, 8) berbagai
informasi mengenai pelanggan, prediksi, dan produksi. Perusahaan yang dapat
mengelola semua aktivitas diatas dengan baik, maka mereka akan menjadi pesaing
yang berat di persaingan global.
Kelangsungan hidup perusahaan ada pada persediaan untuk
membuat bahan baku dan bagaimana produk perusahaan tersebut dapat memenuhi
permintaan konsumen serta dapat sampai ke tangan pelanggan. Perusahaan yang
memiliki modal yang tidak terlalu tinggi atau ingin menekan biaya, dapat
memilih pemasok yang menawarkan harga yang tidak terlalu tinggi. Opsi lainnya, perusahaan
dapat memilih untuk mengurangi persediaan sekaligus mengurangi waktu tunggu,
tetapi harus didukung dengan sarana dan prasarana yang baik dan penjadwalan
yang tertata rapi untuk mengelola persediaan itu tepat pada waktunya sebelum
persediaan yang selanjutnya datang. Semakin banyak persediaan yang menumpuk di
gudang, maka akan menimbulkan biaya perawatan yang lebih tinggi pula.
Kedua pakar ini (Jay Heizer dan Barry Render) mengatakan
jika perusahaan yang bersaing secara global, ada beberapa permasalahan dan tantangan
yang akan dihadapi dalam menjalankan strategi ini. Permasalahan umum yang
sering dihadapi perusahaan global adalah adanya kuota dan tarif yang
menghalangi perusahaan asing untuk melakukan bisnis di daerah tersebut, juga
mungkin adanya batasan ekspor untuk bahan baku tertentu yang membuat perusahaan
kesulitan mencari kuantitas bahan baku yang bermutu bagi produknya. Jangan lupa
kalau nilai mata uang suatu negara juga dapat mempengaruhi biaya pembelian,
nilai mata uang negara perusahaan yang melemah akan membuat biaya pembelian
bahan baku meningkat yang berdampak pada menurunnya pendapatan. Apalagi kalau
harga barang yang sampai pada pelanggan diatas harga para pesaing, akan semakin
menambah sulit keadaan perusahaan.
Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan dapat menggunakan
teknologi transmisi dan komputer tercanggih untuk menjadwalkan serta mengelola
pengiriman komponen dan produk jadi ke dalam atau luar negeri, karena pada
zaman sekarang ini teknologi dapat berpengaruh besar terhadap kegiatan usaha. Perusahaan
juga harus memiliki karyawan lokal yang terampil dalam menangani persoalan
pengiriman bahan baku dan produk.
Kedua pakar ini juga memberikan strategi rantai pasokan untuk
memperoleh bahan baku. Strategi pertama adalah bernegosiasi dengan banyak
pemasok. Kita dapat mencari banyak pemasok dan memilih diantara mereka yang
memiliki penawaran paling menarik bagi perusahaan. Umumnya perusahaan menjatuhkan
pilihan bagi pemasok yang memberikan penawaran rendah, tetapi sebaiknya jangan
hanya memilih satu pemasok, pilihlah beberapa pemasok agar jika suatu hari
terjadi masalah kepada salah satu pemasok, rantai pasokan perusahaan tidak
terputus dan tetap dapat melanjutkan kegiatan perusahaan.
Strategi kedua adalah mengembangkan hubungan kemitraan
jangka panjang dengan sedikit pemasok untuk memuaskan hubungan pelanggan. Para
pemasok yang telah lama menjalin hubungan dengan perusahaan mungkin dapat lebih
memahami tujuan dari perusahaan dan biasanya lebih berkomitmen untuk
berpartisipasi dalam sistem just in time,
dimana perusahaan tidak lagi mempunyai gudang untuk persediaan mereka karena
pemasok akan mengirim persediaan tepat saat perusahaan membutuhkannya. Hal ini
tidak mudah dilakukan, karena itu perusahaan biasanya hanya mau menerapkan
sistem ini pada para pemasok yang telah mereka percayai. Jika dibandingkan,
perusahaan yang menggunakan pemasok yang sedikit dapat menekan biaya menjadi
lebih rendah daripada perusahaan yang mempunyai banyak pemasok, karena pasti
akumulasi biaya kirim dari pemasok yang berbeda-beda akan lebih besar. Intinya,
kita boleh saja memilih beberapa pemasok tetapi jangan terlalu banyak memilih
pemasok karena hanya akan menimbulkan biaya yang lebih besar.
Strategi ketiga adalah integrasi vertikal, artinya
perusahaan berusaha mengembangkan kemampuan untuk memproduksi barang atau jasa
yang sebelumnya diperoleh dari pemasok. Ada dua macam integrasi, yaitu
integrasi maju dan integrasi mundur. Integrasi mundur menyarankan perusahaan
untuk membeli pemasoknya, sehingga mereka dapat membuat barang sesuai keinginan
mereka. Integrasi maju menyarankan produsen komponen untuk membuat produk jadi.
Tetapi integrasi mundur bisa menjadi berbahaya bagi perusahaan yang sedang
mengalami perubahan teknologi, karena jika salah menginvestasikan uang yang
mereka miliki maka mereka akan kesusahan dalam menghapi gelombang teknologi
yang berikutnya.
Strategi keempat adalah jaringan keiretsu, yaitu kombinasi dari sedikit pemasok dengan integrasi
vertikal. Dengan strategi ini pemasok akan menjadi bagian dari perusahaan dan
yang pasti akan terjadi hubungan kerja sama jangka panjang antar keduanya.
Diharapakan dari strategi ini, mutu dari produk yang dihasilkan akan tetap
terjaga.
Strategi terakhir atau kelima adalah mengembangkan
perusahaan maya (virtual company)
yang menggunakan para pemasok sesuai kebutuhan. Strategi ini mengandalkan
berbagai jenis hubungan pemasok untuk menyediakan jasa atas permintaan yang
diinginkan. Perusahaan maya memiliki batasan organisasi yang berubah dan
bergerak yang membuat mereka mampu untuk memenuhi permintaan pasar yang
berubah-ubah. Para pemasok dapat menyediakan berbagai jasa, seperti pembayaran
upah, perekrutan karyawan, dan lainnya. Jika perusahaan menggabungkan
keunggulan dari perusahaan maya, manajemen perusahaan yang bagus, biaya yang
rendah, maka perusahaan akan mendapatkan efisiensi.
Penerapan supply
chain management pada perusahaan yang memiliki komitmen, visi, misi dan pilihan
strategi yang baik akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada
perusahaan lain.
Sumber: Heizer, Jay
& Harry Render. 2009. Manajemen Operasi. Jakarta: Salemba Empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar