Minggu, 23 November 2014

STRATEGI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN

Nama: Daniel Roeskamto
NRP: 3203013017

STRATEGI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN

            Kita telah mengenal berbagai macam perusahaan dari berbagai sumber yang ada di sekitar kita. Banyak dari kita yang mengira bahwa perusahaan yang besar hanya didukung oleh modal yang besar, tetapi tidak tahu bagaimana perusahaan itu menjalankan bisnis mereka dan apa saja strategi yang diterapkan oleh perusahaan tersebut. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang salah satu strategi yang dapat mendorong perusahaan untuk maju dan berkembang menjadi perusahaan yang lebih baik lagi, yaitu manajemen rantai pasokan (supply chain management).
            Pertama-tama mari kita mengenali pengertian dari manajemen rantai pasokan. Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2009) manajemen rantai pasokan adalah integrasi aktivitas pengadaan bahan dan pelayanan, pengubahan menjadi barang setengah jadi dan produk akhir, serta pengiriman kepada pelanggan. Kegiatan manajemen rantai pasokan ini mencakup beberapa aktivitas, diantaranya menentukan: 1) penyedia transportasi, 2) transfer uang secara kredit dan tunai, 3) para pemasok, 4) distributor, 5) utang dan piutang usaha, 6) pergudangan dan persediaan, 7) pemenuhan pesanan, 8) berbagai informasi mengenai pelanggan, prediksi, dan produksi. Perusahaan yang dapat mengelola semua aktivitas diatas dengan baik, maka mereka akan menjadi pesaing yang berat di persaingan global.
            Kelangsungan hidup perusahaan ada pada persediaan untuk membuat bahan baku dan bagaimana produk perusahaan tersebut dapat memenuhi permintaan konsumen serta dapat sampai ke tangan pelanggan. Perusahaan yang memiliki modal yang tidak terlalu tinggi atau ingin menekan biaya, dapat memilih pemasok yang menawarkan harga yang tidak terlalu tinggi. Opsi lainnya, perusahaan dapat memilih untuk mengurangi persediaan sekaligus mengurangi waktu tunggu, tetapi harus didukung dengan sarana dan prasarana yang baik dan penjadwalan yang tertata rapi untuk mengelola persediaan itu tepat pada waktunya sebelum persediaan yang selanjutnya datang. Semakin banyak persediaan yang menumpuk di gudang, maka akan menimbulkan biaya perawatan yang lebih tinggi pula.
            Kedua pakar ini (Jay Heizer dan Barry Render) mengatakan jika perusahaan yang bersaing secara global, ada beberapa permasalahan dan tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan strategi ini. Permasalahan umum yang sering dihadapi perusahaan global adalah adanya kuota dan tarif yang menghalangi perusahaan asing untuk melakukan bisnis di daerah tersebut, juga mungkin adanya batasan ekspor untuk bahan baku tertentu yang membuat perusahaan kesulitan mencari kuantitas bahan baku yang bermutu bagi produknya. Jangan lupa kalau nilai mata uang suatu negara juga dapat mempengaruhi biaya pembelian, nilai mata uang negara perusahaan yang melemah akan membuat biaya pembelian bahan baku meningkat yang berdampak pada menurunnya pendapatan. Apalagi kalau harga barang yang sampai pada pelanggan diatas harga para pesaing, akan semakin menambah sulit keadaan perusahaan.
            Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan dapat menggunakan teknologi transmisi dan komputer tercanggih untuk menjadwalkan serta mengelola pengiriman komponen dan produk jadi ke dalam atau luar negeri, karena pada zaman sekarang ini teknologi dapat berpengaruh besar terhadap kegiatan usaha. Perusahaan juga harus memiliki karyawan lokal yang terampil dalam menangani persoalan pengiriman bahan baku dan produk.
            Kedua pakar ini juga memberikan strategi rantai pasokan untuk memperoleh bahan baku. Strategi pertama adalah bernegosiasi dengan banyak pemasok. Kita dapat mencari banyak pemasok dan memilih diantara mereka yang memiliki penawaran paling menarik bagi perusahaan. Umumnya perusahaan menjatuhkan pilihan bagi pemasok yang memberikan penawaran rendah, tetapi sebaiknya jangan hanya memilih satu pemasok, pilihlah beberapa pemasok agar jika suatu hari terjadi masalah kepada salah satu pemasok, rantai pasokan perusahaan tidak terputus dan tetap dapat melanjutkan kegiatan perusahaan.
            Strategi kedua adalah mengembangkan hubungan kemitraan jangka panjang dengan sedikit pemasok untuk memuaskan hubungan pelanggan. Para pemasok yang telah lama menjalin hubungan dengan perusahaan mungkin dapat lebih memahami tujuan dari perusahaan dan biasanya lebih berkomitmen untuk berpartisipasi dalam sistem just in time, dimana perusahaan tidak lagi mempunyai gudang untuk persediaan mereka karena pemasok akan mengirim persediaan tepat saat perusahaan membutuhkannya. Hal ini tidak mudah dilakukan, karena itu perusahaan biasanya hanya mau menerapkan sistem ini pada para pemasok yang telah mereka percayai. Jika dibandingkan, perusahaan yang menggunakan pemasok yang sedikit dapat menekan biaya menjadi lebih rendah daripada perusahaan yang mempunyai banyak pemasok, karena pasti akumulasi biaya kirim dari pemasok yang berbeda-beda akan lebih besar. Intinya, kita boleh saja memilih beberapa pemasok tetapi jangan terlalu banyak memilih pemasok karena hanya akan menimbulkan biaya yang lebih besar.
            Strategi ketiga adalah integrasi vertikal, artinya perusahaan berusaha mengembangkan kemampuan untuk memproduksi barang atau jasa yang sebelumnya diperoleh dari pemasok. Ada dua macam integrasi, yaitu integrasi maju dan integrasi mundur. Integrasi mundur menyarankan perusahaan untuk membeli pemasoknya, sehingga mereka dapat membuat barang sesuai keinginan mereka. Integrasi maju menyarankan produsen komponen untuk membuat produk jadi. Tetapi integrasi mundur bisa menjadi berbahaya bagi perusahaan yang sedang mengalami perubahan teknologi, karena jika salah menginvestasikan uang yang mereka miliki maka mereka akan kesusahan dalam menghapi gelombang teknologi yang berikutnya.
            Strategi keempat adalah jaringan keiretsu, yaitu kombinasi dari sedikit pemasok dengan integrasi vertikal. Dengan strategi ini pemasok akan menjadi bagian dari perusahaan dan yang pasti akan terjadi hubungan kerja sama jangka panjang antar keduanya. Diharapakan dari strategi ini, mutu dari produk yang dihasilkan akan tetap terjaga.
            Strategi terakhir atau kelima adalah mengembangkan perusahaan maya (virtual company) yang menggunakan para pemasok sesuai kebutuhan. Strategi ini mengandalkan berbagai jenis hubungan pemasok untuk menyediakan jasa atas permintaan yang diinginkan. Perusahaan maya memiliki batasan organisasi yang berubah dan bergerak yang membuat mereka mampu untuk memenuhi permintaan pasar yang berubah-ubah. Para pemasok dapat menyediakan berbagai jasa, seperti pembayaran upah, perekrutan karyawan, dan lainnya. Jika perusahaan menggabungkan keunggulan dari perusahaan maya, manajemen perusahaan yang bagus, biaya yang rendah, maka perusahaan akan mendapatkan efisiensi.
            Penerapan supply chain management pada perusahaan yang memiliki komitmen, visi, misi dan pilihan strategi yang baik akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada perusahaan lain.

Sumber: Heizer, Jay & Harry Render. 2009. Manajemen Operasi. Jakarta: Salemba Empat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar