Sabtu, 29 November 2014

"SMAnya IPA, kok kuliahnya akuntansi?"

Nama          : Angela Clara Tania
Kelas/NRP : A/3203013123

"SMAnya IPA, kok kuliahnya akuntansi?"



            Bagi mahasiswa yang pada waktu SMA masuk program IPS mungkin sudah tidak asing dengan yang namanya pelajaran ekonomi terutama akuntansi. Namun bagi para mahasiswa yang pada waktu SMA masuk program IPA, apa benar mereka tahu apa itu akuntansi sebelum pada akhirnya memutuskan untuk memilih jurusan akuntansi pada saat kuliah?

            Banyak orang memiliki pandangan bahwa anak IPA lebih baik daripada anak IPS. Banyak orang juga berpendapat bahwa anak IPA lebih pintar daripada anak IPS. Lagipula apabila masuk jurusan IPA, pilihan jurusan untuk masuk ke bangku kuliah juga lebih luas karena kebanyakan jurusan di universitas pasti bisa dimasuki oleh anak IPA sedangkan untuk anak IPS, pilihan jurusannya sangat terbatas. Tapi kenapa tidak sedikit anak IPA yang memutuskan untuk masuk ke fakultas bisnis yang justru mata kuliahnya dipelajari oleh anak IPS?

            Sejujurnya, bagi beberapa anak IPA terutama yang dapat dibilang orang pintarnya IPA tapi pada akhirnya masuk ke fakultas bisnis itu merupakan sebuah tragedi yang dapat dibilang penurunan harga diri. Kenapa? Karena banyak orang yang meremehkan IPS dan selalu membanggakan IPA. Ini SMA sudah IPA sudah benar, tapi kenapa memilih jurusan IPS saat kuliah?

           Beberapa pikiran anak IPA saat sebelum menentukan jurusan apa yang akan diambil saat kuliah:
1. Jadi dokter, untuk menjadi dokter umum saja sepertinya tidak cukup maka dari itu saya harus mengambil dokter spesialis. Tapi itu semua membutuhkan berapa tahun ya? Biaya untuk masuk kuliahnya ratusan juta, mungkin memang sih orang tua punya uangnya, tapi apa saya yakin dengan uang sebesar itu saya akan menjadi dokter seperti yang saya inginkan? Atau nanti justru setelah lulus saya buka toko handphone di pasar atum?
2. Jadi kontraktor, sebenarnya kuliah tidak lama juga sih. Tapi kok sepertinya susah sekali ya? Iya kalau nanti jadi kontraktor sungguhan, kalau nanti pada akhirnya saya jaga toko punya orang tua saya?
3. Jadi ilmuwan, kuliahnya susah benar. Mau menemukan barang harus semangat dalam melakukan percobaan-percobaan terlebih dahulu. Iya kalau bisa menemukan, nah kalau belum ketemu, selamanya melakukan percobaan?
4. Jadi pilot, kuliahnya jauh-jauh di luar negeri. Biaya yang dikeluarkan juga luar biasa besar. Eh, kembali ke Indonesia tidak menjadi pilot dan bekerja di kantor yang tidak ada hubungannya dengan pilot maupun penerbangan.
           
Memang sih sebenarnya kita tidak boleh berpikir terlalu berlebihan, tetapi apa salahnya bila kita mengkhawatirkan masa depan kita? Maka dari itu fakultas bisnis muncul sebagai salah satu pilihan. Karena apa? Ujung-ujungnya juga kita pasti berbisnis. Kita selalu terlibat dengan uang dan membutuhkan uang. Walaupun memang sih uang tidak dibawa ke surga, tapi coba bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya bisa hidup tanpa uang?”. Kalau jawaban anda saya bisa hidup tanpa uang, anda luar biasa.

      Setelah fakultas bisnis muncul sebagai pilihan, rata-rata fakultas bisnis memiliki jurusan manajemen dan jurusan akuntansi. Untuk jawaban dari kenapa memilih akuntansi yaitu karena salah satunya adalah rasa gengsi. Secara anak IPA bisa jadi dokter, insinyur eh masuk manajemen. Maka dari itu, sepertinya lebih baik masuk akuntansi. Karena mungkin sebenarnya ilmu manajemen bisa dipelajari tanpa harus kuliah jurusan manajemen. Lagipula sepertinya banyak sekali orang yang masuk jurusan manajemen tapi ujung-ujungnya setelah lulus juga menjadi pengangguran. Untuk jurusan akuntansipun sebenarnya juga banyak sekali peminatnya, tapi berhubung sepertinya banyak sekali juga perusahaan besar maupun kecil yang membutuhkan seorang akuntan. Jadi sepertinya memilih jurusan akuntansi adalah keputusan yang benar. Lagipula, pekerjaan seorang akuntan tidak boleh diremehkan. Kenapa? Karena akuntansi dibutuhkan sebagai penentu masa depan perusahaan. Mungkin sekilas, akuntansi hanya membuat jurnal, mana debit mana kredit, tapi apa anda tahu bahwa laporan keuangan yang disajikan itu adalah hal yang sangat penting bagi sebuah perusahaan? Tanpa adanya laporan tersebut, perusahaan tidak akan tahu apa usahanya tadi menguntungkan atau justru merugikan. Mungkin dapat dikatakan bahwa dokternya perusahaan adalah akuntan. Seandainya perusahaan sedang mengalami kerugian, yang tahu pertama kali ya akuntannya. Yang dapat membantu manajer untuk mengambil keputusan agar dapat bangkit dari kerugian juga seorang akuntan.

            Mungkin pada awalnya pilihan jurusan akuntansi bukanlah jalan yang sebenarnya anda ingin pilih. Tapi kalau anda merasa bahwa kedepannya memang yang terbaik adalah masuk jurusan akuntansi ya just do it. Walaupun anda dari IPA jangan pernah menyesal karena anda dari IPA. Pasti ada yang bisa dapat diambil dari itu semua dan apabila anda sekarang berada di jurusan akuntansi dan dulunya dari IPA maupun IPS atau apapun itu dan dengan alasan apapun intinya sekarang kalian di jurusan akuntansi, jangan pernah lupa alasan masuk jurusan ini apa. Entah itu bukan minat anda yang sebenarnya atau obsesi orang tua yang ingin agar anaknya mendapatkan pekerjaan yang jelas atau apapun itu yang terpenting adalah sekarang bagaimana anda menjalani ini semua dan bertanggung jawab akan masa depan anda sendiri.  Jangan seperti orang susah yang hanya bisa berkata, “IPku jelek karena sebenarnya aku tidak mau berada di jurusan akuntansi ini” atau “Iya saya mau jadi mahasiswa abadi supaya orang tuaku tahu bahwa aku ini tidak mau masuk akuntansi”. Sebenarnya, siapa yang rugi? Kalau anda mau jadi seperti orang susah ya silahkan.

“You may not end up where you thought you’d be, but you’ll end up right where you’re meant to be.”

Keterkaitan Mahasiswa dengan Penerapan International Standard Auditing (ISA)

Keterkaitan Mahasiswa dengan Penerapan International Standard Auditing (ISA)
Program studi Akuntansi yang semakin populer dalam beberapa dekade terakhir membawa pengaruh besar bagi Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas para praktisi di bidang ini. Dalam hal ini, organisasi yang dibentuk oleh para Akuntan Indonesia yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) terus memperbaiki kualitas, baik dalam segi pengetahuan para praktisi akuntansi dan juga standar penerapan dalam pelaporan keuangan perusahaan. Salah satu cabang ilmu akuntansi yang banyak diminati saat ini yaitu Auditing. Perkembangan Akuntansi Auditing sudah seharusnya menjadi perhatian bagi setiap pihak yang terjun di dalamnya, baik para akuntan publik dan juga pihak akademis. Seperti, apa standar terbaru dan bagaimana penerapannya. Namun beberapa perkembangan mengenai auditing dalam beberapa saat terakhir tidak banyak diketahui, terutama pihak akademis yaitu mahasiswa.
Perkembangan dalam bidang auditing baru-baru ini yaitu dengan diadopsinya International Standard Auditing (ISA) pada awal tahun 2013 sebagai standar audit terbaru yang menggantikan standar sebelumnya yaitu Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Perubahan antara ISA dengan standar terdahulu bukanlah perubahan tanpa makna, dimana menurut beberapa profesi akuntan yang berpendapat bahwa perubahan standar audit bersifat substantif dan mendasar. ISA sendiri saat ini sudah diadopsi oleh banyak negara anggota International Federation of Accountants (IFAC), beberapa negara sudah melakukan adopsi penuh, dan sebagian negara masih menyisakan beberapa seksi yang belum diadopsi. Langkah Indonesia untuk mengadopsi ISA adalah keputusan yang baik untuk memperbaiki kualitas akuntan publik di kancah Internasional, belum lagi mengingat persaingan bisnis yang semakin ketat di awal tahun 2015 mendatang dengan bergabungnya Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Sayangnya, kenyataan diatas bukan hanya membawa berita baik. Berbagai tanggapan pesimis juga muncul di permukaan. Apakah akuntan publik Indonesia akan berhasil mengimplementasikan ISA? Sudah sewajarnya apabila pertanyaan  tersebut akan sering diperdebatkan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pihak akademis yaitu mahasiswa juga memberikan peran yang besar bagi setiap transformasi di bidang keilmuan yang dilakukan Indonesia. Mahasiswa program studi akuntansi yang notabennya merupakan calon akuntan public, sudah selayaknya menyiapkan diri sebelum terjun ke dunia kerja. Peran aktif mahasiswa dalam setiap perubahan dapat dilakukan dengan setidaknya selalu mengikuti perkembangan yang berhubungan dengan program studi yang ia tekuni. Namun, di sisi lain keterbatasan pun dialami oleh mahasiswa program studi akuntansi, dengan minimnya ketersediaan buku yang membahas mengenai penerapan standar ISA di Indonesia. Fakta lain yang tidak dapat dipungkiri, penerapan audit berbasis ISA di Indonesia tidaklah mudah dan tidak dapat dilakukan secara instan.
Tentunya sangat diharapkan segala persoalan yang berkaitan dengan penerapan standar ISA bisa dapat segera ditemukan jalan keluarnya. Namun perlu ada strategi yang jelas untuk menyiasati perkembangan implementasi standar ISA ini, melalui disusunnya rencana yang realistis dan pelaksanaan nyata. Seperti dengan diadakannya seminar dan pelatihan mengenai audit berbasis ISA bagi para praktisi audit, calon auditor, dosen, dan mahasiswa untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan pengetahuan mengenai standar audit ISA. Sehingga ISA tidak lagi menjadi hal yang asing dan dalam praktiknya, audit berbasis ISA dapat diimplementasikan sebagaimana mestinya guna mewujudkan praktisi audit yang lebih berkualitas di Indonesia.


Sumber : Tuanakotta, Theodorus M. 2014. Audit Berbasis ISA (International Standards on Auditing)

Jumat, 28 November 2014

KESIAPAN USAHA MIKRO KECIL dan MENENGAH (UMKM) DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015

Nama: Andrew Giovanni Harsono
NRP  : 3203013138
Kelas: A


          KESIAPAN
USAHA MIKRO KECIL dan MENENGAH (UMKM)
DALAM MENGHADAPI
ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015

Kurang dari sebulan lagi kita akan menghadapi Asean Economic Community 2015 yang beraggotakan 10 negara yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja. Berbagai persiapan dan pembenahan infrakstuktur telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan pusat dalam menghadapi AEC 2015. Persiapan dalam menghadapi Asean juga dilakaukan oleh banyak perusahaan baik swasta dan pemerintah, universitas-universitas dan sekolah, masyarakat sendiri dan tidak terkecuali persiapan yang dilakukan oleh para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Pemberlakuan AEC 2015 bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur, berdaya saing tinggi, dan secara ekonomi terintegrasi dengan regulasi efektif untuk perdagangan dan investasi, yang di dalamnya terdapat arus bebas lalu lintas barang, jasa, investasi, dan modal serta difasilitasinya kebebasan pergerakan pelaku usaha dan tenaga kerja. (http://koperasi.kulonprogokab.go.id/)
Dengan diberlakukannya AEC ini maka akan terjadi perdagangan bebas, pasar tenaga kerja dan pasar modal yang bebas dan penghilangan tarif perdagangan antar negara ASEAN. Hal ini akan membuat persaingan semakin luas dan negara-negara akan semakin memacu untuk bersaing dalam meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonominya. Perdagangan bebas juga akan berdampak  pada sektor UMKM, merupakan sektor bisnis yang cukup berpengaruh dalam menunjang perekonomian dan pemerataan pembangunan ekonomi di Indonesia. AEC memiliki empat pilar, yaitu kesatuan pasar dan produksi (pasar bebas ASEAN), wilayah ekonomi ASEAN yang kompetitif, pembangunan ekonomi yang merata, dan integrasi penuh ASEAN terhadap perekonomian global. Di antara keempat pilar tersebut, pembangunan ekonomi yang merata pada pilar ketiga merupakan asas pendukung perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM). (http://ukmcenter.org/)
Dalam menyikapi hal ini, berbagai pihak harus dapat berpikir secara bijak dan jernih dan yang lebih terpenting jangan menganggap ini sebagai sesuatu kekhawatiran, kegembiraan atau juga santai yang berlebihan. Sesungguhnya, lebih baik para pihak seperti; pemerintah, swasta, masyarakat, UMKM, praktisi, perbankan, dll dapat berangkulan secara bersama-sama untuk selalu meningkatkan daya saing, kreativitas dan inovasi, dan juga berperan secara aktif untuk memenangkan dalam persaingan di ASEAN.
Sebetulnya, Indonesia patut optimis dan yakin bisa melewati dan memenangkan dalam persaingan AEC. Menurut data dari http://www.republika.co.id/, Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN yang saat ini pertumbuhan ekonominya paling stabil. Di tengah krisis yang melanda, Indonesia justru tumbuh menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di dunia internasional. Oleh karenanya, waktu yang masih tersisa ini kita lebih menyempurnakan dan mempermatangkan lagi persiapan kita untuk AEC 2015.
Selain itu, beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah mengenai kesiapan UMKM seperti, kualitas sumber daya manusia(SDM), inovasi teknologi dan akses pasar, serta pendanaannya. Perlunya pelatihan dan pengembangan SDM untuk meningkatkan kualitasnya, sehingga dapat mampu bersaing dengan negara-negara lainnya. Contoh yang telah melakukan pengembangan SDM itu seperti halnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah meluncurkan berbagai program seperti pelatihan komputer gratis melalui Broadband Learning Center (BLC), pelatihan bahasa lewat rumah bahasa, Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) lewat Pahlawan Ekonomi dan Pekan Kreatif Srikandi, pemberdayaan koperasi, serta kemudahan penanaman modal dan investasi. (http://www.surabaya.go.id).
Penerapan teknologi informasi dan akses pasar yang luas sangat dibutuhkan oleh UMKM saat ini. Dengan penerapan teknologi informasi tersebut, para UMKM dapat meningkatkan produktivitasnya, meningkatkan efisiensi, merapikan sistem pencatatannya, dan juga dapat meningkatka laba. Setelah itu, diperlukannya juga akses pasar yang luas. Akses pasar yang luas itu akan membuka pintu gerbang bagi pemasaran UMKM, sehingga akan meningkatkan penjualan dan ekspornya. Dalam hal pendanaan, UMKM ini memerluhkan suntikan dan batuan pembiyaan untuk modal usaha mereka. Pada saat ini, sudah banyak bank atau bantuan dari pemerintah sendiri seperti; Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memfasilitasi mereka. Tetapi, pemberian modal itu masih jarang digunakan oleh UMKM, dikarenakan minimnya sosialisasi, atau bunga yang terlalu tingi.
Untuk menghadapi AEC 2015, berikut ada dua jurus yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan peran UMKM yang diambil dari sumber: (http://www.neraca.co.id/).
Pertama, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) akan bekerjasama dengan Kementrian Koperasi dan UKM untuk mendirikan sebuah lembaga keuangan yang dikhususkan untuk pelayanan dan fasilitas para UMKM dan Koperasi di seluruh Indonesia.
Sementara untuk langkah yang kedua, Kadin akan menjadikan sistem transaksi perdagangan UMKM dan Koperasi secara elektronik. 
            Oleh karenanya, diperlukan banyak dukungan dari pemerintah terhadap sektor UMKM dan sektor-sektor lainnya. Pembenahan juga perlu dilakukan oleh pemerintah. Pembenahan yang harus dilakukan seperti; meningkatkan kemampuan SDM dengan pemberian pelatihan, pelatihan supaya dapat menerapkan teknologi informasi dan pemberian akses pasar yang luas, pembiayaan yang mudah, dan juga perlunya meningkatkan daya saing, kreativitas dan inovasi, sehingga pada saat pelaksanaan AEC 2015 Indonesia akan  siap menghadapinya.
           

REFERENSI

(http://koperasi.kulonprogokab.go.id/ di unduh 28 November 2014)
 (http://ukmcenter.org/di unduh 28 November 2014)
(http://www.neraca.co.id/perdagangan/34469/Ini-2-Jurus-UMKM-Hadapi-AEC-2015. (di unduh 28 November 2014)

Pentingnya Mempelajari Time Value of Money dan Manfaatnya

Samcruise(3203013135)
Anda mungkin sudah mendengar apa itu time value of money, tapi apakah anda sudah melakukanya di kehidupan sehari hari. Contoh anda menginginkan uang untuk membeli sebuah laptop seharga Rp. 10.000.000 kira kira berapa besar yang harus anda tabung setiap bulan/tahun untuk mendapatkan laptop tersebut ? dan berapa lama bila anda menabung bulanan/tahunan ?
Pertanyaan tersebut dapat kita selesaikan dengan menggunakan konsep dan metode yang ada pada time value of money. Teori time value of money dari beberapa ahli di antaranya Anwar Iqbal Qureshi (1991) yang dikutip menjelaskan mengenai fenomena bunga dengan rumusan yang dikenal “menurunya nilai barang di waktu mendatang dibandingkan dengan nilai barang di waktu kini”. Teori lainya Boehm Bawerk mendukung pendapat tersebut mengemukakan tiga alasan mengapa nilai barang di waktu mendatang akan berkurang, yaitu sebagai berikut :
1.      Keuntungan di masa yang akan datang diragukan. Hal tersebut disebabkan oleh ketidak pastian peristiwa serta kehidupan manusia yang akan datang, sedangkan keuntungan masa kini sangat jelas dan pasti
2.      Kepuasan terhadap kehendak atau keinginan masa kini lebih bernilai bagi manusia dari pada kepuasan mereka pada waktu yang akan datang. Pada masa yang akan datang ,mungkin saja seseorang tidak mempunyai keinginan yang diinginkan di masa sekarang.
3.      Kenyataanya, barang-barang pada waktu kini lebih penting dan berguna sekarang. Dengan demikian, barang barang tersebut mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan barang barang pada waktu yang akan datang.
Time value of money atau nilai waktu uang adalah konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih tinggi  nilainya mengikuti faktor waktu dan bunga yang terjadi. Nilai waktu uang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu tingkat inflasi yang terjadi, perubahan suku bunga bank, kebijakan pemerintah dalam hal pajak, dan lain lain.
Pemahaman konsep nilai waktu uang diperlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan dipilih.
Suatu jumlah uang tertentu yang diterima waktu yang akan datang jika dinilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus didiskon dengan tingkat bunga tertentu (discount factor).
Suatu jumlah uang tertentu saat ini dinilai untuk waktu yang akan datang maka jumlah uang tersebut harus digandakan dengan tingkat bunga tertentu ( Compound factor)

Metode metode yang digunakan untuk menghitung nilai waktu uang yaitu :
Future value (FV)
Future value adalah nilai uang dimasa yang akan datang dari uang yang diterima atau dibayarkan pada masa sekarang dengan memperhitungkan tingkat bunga setiap periode selama jangka waktu tertentu
            future value dapat di hitung dengan rumus :
Present Value (PV)
Present Value adalah nilai uang sekarang yang akan diperoleh atau dibayar dimasa yang akan datang  dengan tingakat suku bunga tertentu pada setiap periode.
            Present value dapat di hitung dengan rumus :
Anuitas
Aunitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Penghitungan anuitas biasanya digunakan untuk menghitung bunga yang diterima dari obligasi, deviden dari saham preferen.
Anuitas dapat di hitung dengan rumus :
FVa =  A
PVa = A
FVa Adalah suatu bilangan yang dapat dimanfaatkan untuk mencari nilai masa depan dari suatu penjumlahan yang diterima setiap akhir periode pada jangka waktu tertentu.
PVa adalah suatu bilangan yang dapat dimanfaatkan untuk mencari nilai sekarang dari suatu penjumlahan yang diterima setiap akhir periode pada jangka waktu tertentu.
Mengatasi penurunan nilai uang karena tergerus inflasi dan dimakan waktu adalah dengan membuat uang tersebut produktif dan atau memberi imbal hasil melebihi laju inflasi. Cara paling efektif adalah menginvestasikan dana tersebut agar menghasilkan imbal hasil di atas laju inflasi sehingga nilai uang Anda relatif tetap atau bahkan bisa bertambah.
Kalau semua dana dimasukkan dalam investasi yang memberi imbal hasil lebih besar dari laju inflasi, bagaimana dengan dana kebutuhan sehari-hari?
Tentu saja, kebutuhan dana sehari-hari bisa ditempatkan di bank yang besarnya sekadar untuk berjaga-jaga, sementara untuk belanja bulanan bisa menggunakan kartu kredit yang ketika tagihannya jatuh tempo Anda bayar penuh sehingga tidak dibebani bunga kredit.
Dengan pola semacam ini, dana Anda bisa ditempatkan pada deposito berjangka 1 bulan yang bunganya lebih tinggi dari bunga tabungan. Dana Anda akan mendapat imbal hasil cukup tinggi dan bisa di atas laju inflasi. Di sisi lain, pengaturan uang tunai Anda juga akan bagus sebab belanja rumah tangga bisa dilakukan sekali sebulan, pakai kartu kredit, dan dibayar lunas pada awal bulan berikutnya. Itu baru dalam konteks nilai waktu uang dikaitkan dengan belanja sehari-hari yang bersifat jangka pendek.
Berdasarkan perhitungan dan penjelasan di atas tahukan anda bahwa sebenarnya nilai waktu uang ini mungkin pernah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya digunakan untuk menghitung berapa besar uang yang harus saya kumpulkan untuk membeli sesuatu. Selain untuk menghitung nilai tabungan nilai waktu uang juga bisa digunakan untuk menghitung nilai obligasi yang sedang diperdagankan, sehingga kita dapat menganalisa apakah kita perlu membeli atau cukup dengan menabung di bank. Contoh lainya nilai waktu uang ini digunakan seseorang untuk menghitung mengembalian modal yang ia tanamkan pada usaha yang ia bangun. Begitu banyak manfaat yang kita dapatkan menggunakan nilai waktu uang sebagai salah satu pertimbangan untuk melakukan sesuatu khususnya dalam mengelola uang dengan baik. Penting untuk kita memahami lebih dalam apa itu time value of money dalam konsep yang mudah di pahami tapi jarang kita lakukan padahal sangat berguna dan membantu kita menyelesaikan masalah keuangan.
Sumber Referensi :
            Buku Manajemen Keuangan (Lukas setia atmaja)

             Buku Islam dan teori pembungaan uang (Anwar Iqbal Qureshi)

Membuat Artikel Bahasa Indonesia

Yuni Endra Sasmita
3203013235
Kelas A

Keterkaitan Mahasiswa dengan Penerapan International Standard Auditing (ISA)

Program studi Akuntansi yang semakin populer dalam beberapa dekade terakhir membawa pengaruh besar bagi Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas para praktisi di bidang ini. Dalam hal ini, organisasi yang dibentuk oleh para Akuntan Indonesia yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) terus memperbaiki kualitas, baik dalam segi pengetahuan para praktisi akuntansi dan juga standar penerapan dalam pelaporan keuangan perusahaan. Salah satu cabang ilmu akuntansi yang banyak diminati saat ini yaitu Auditing. Perkembangan Akuntansi Auditing sudah seharusnya menjadi perhatian bagi setiap pihak yang terjun di dalamnya, baik para akuntan publik dan juga pihak akademis. Seperti, apa standar terbaru dan bagaimana penerapannya. Namun beberapa perkembangan mengenai auditing dalam beberapa saat terakhir tidak banyak diketahui, terutama pihak akademis yaitu mahasiswa.
Perkembangan dalam bidang auditing baru-baru ini yaitu dengan diadopsinya International Standard Auditing (ISA) pada awal tahun 2013 sebagai standar audit terbaru yang menggantikan standar sebelumnya yaitu Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Perubahan antara ISA dengan standar terdahulu bukanlah perubahan tanpa makna, dimana menurut beberapa profesi akuntan yang berpendapat bahwa perubahan standar audit bersifat substantif dan mendasar. ISA sendiri saat ini sudah diadopsi oleh banyak negara anggota International Federation of Accountants (IFAC), beberapa negara sudah melakukan adopsi penuh, dan sebagian negara masih menyisakan beberapa seksi yang belum diadopsi. Langkah Indonesia untuk mengadopsi ISA adalah keputusan yang baik untuk memperbaiki kualitas akuntan publik di kancah Internasional, belum lagi mengingat persaingan bisnis yang semakin ketat di awal tahun 2015 mendatang dengan bergabungnya Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Sayangnya, kenyataan diatas bukan hanya membawa berita baik. Berbagai tanggapan pesimis juga muncul di permukaan. Apakah akuntan publik Indonesia akan berhasil mengimplementasikan ISA? Sudah sewajarnya apabila pertanyaan  tersebut akan sering diperdebatkan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pihak akademis yaitu mahasiswa juga memberikan peran yang besar bagi setiap transformasi di bidang keilmuan yang dilakukan Indonesia. Mahasiswa program studi akuntansi yang notabennya merupakan calon akuntan public, sudah selayaknya menyiapkan diri sebelum terjun ke dunia kerja. Peran aktif mahasiswa dalam setiap perubahan dapat dilakukan dengan setidaknya selalu mengikuti perkembangan yang berhubungan dengan program studi yang ia tekuni. Namun, di sisi lain keterbatasan pun dialami oleh mahasiswa program studi akuntansi, dengan minimnya ketersediaan buku yang membahas mengenai penerapan standar ISA di Indonesia. Fakta lain yang tidak dapat dipungkiri, penerapan audit berbasis ISA di Indonesia tidaklah mudah dan tidak dapat dilakukan secara instan.
Tentunya sangat diharapkan segala persoalan yang berkaitan dengan penerapan standar ISA bisa dapat segera ditemukan jalan keluarnya. Namun perlu ada strategi yang jelas untuk menyiasati perkembangan implementasi standar ISA ini, melalui disusunnya rencana yang realistis dan pelaksanaan nyata. Seperti dengan diadakannya seminar dan pelatihan mengenai audit berbasis ISA bagi para praktisi audit, calon auditor, dosen, dan mahasiswa untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan pengetahuan mengenai standar audit ISA. Sehingga ISA tidak lagi menjadi hal yang asing dan dalam praktiknya, audit berbasis ISA dapat diimplementasikan sebagaimana mestinya guna mewujudkan praktisi audit yang lebih berkualitas di Indonesia.
Sumber : Tuanakotta, Theodorus M. 2014. Audit Berbasis ISA (International Standards on Auditing)