Kelas : A
NRP : 3203013222
Kesiapan
Pemerintah Indonesia Menghadapi AEC 2015 Dengan Perencanaan Pembangunan ‘Tol
Laut’
Association of Southeast Asian Nations
(ASEAN) merupakan sebuah organisasi negara-negara yang berada di kawasan Asia
Tenggara. Selama lebih dari empat dekade ASEAN telah mengalami banyak perubahan
dan perkembangan yang positif dan signifikan untuk menuju tahapan baru yang
lebih integratif dan berwawasan ke depan dengan dibentuknya Komunitas ASEAN (ASEAN
Community) pada tahun 2015.
Pembentukan Komunitas ASEAN diawali dengan
komitmen para pemimpin ASEAN dengan ditandatanganinya ASEAN Vision 2020 di
Kuala Lumpur pada tahun 1997 yang bertujuan untuk lebih mempererat integrasi
ASEAN dalam menghadapi perkembangan konstelasi politik internasional. ASEAN
menyadari sepenuhnya bahwa ASEAN perlu menyesuaikan cara pandangnya agar dapat
lebih terbuka dalam menghadapi permasalahan-permasalahan internal dan eksternal
selain itu pembentukan komunitas ASEAN juga mencita-citakan agar ASEAN sebagai
suatu komunitas yang berpandangan maju, hidup dalam lingkungan yang damai,
stabil dan makmur, serta dipersatukan oleh hubungan kemitraan.
Indonesia merupakan salah satu Negara
yang memiliki populasi terbesar yang ada di kawasan ASEAN. Indonesia juga
merupakan Negara yang memiliki keanekaragaman yang di timbulkan dengan adanya berbagai
jenis budaya, suku, dan bahasa, mulai dari ujung Sabang sampai Merauke. Selain
itu, Indonesia mempunyai kekuatan ekonomi yang cukup baik, yang dimana
Indonesia merupakan Negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia
setelah India. Oleh karena itu, ini akan menjadi modal utama yang penting untuk
mempersiapkan masyarakat Indonesia menuju ASEAN Economic Community (AEC) pada
tahun 2015. Akan tetapi, disisi lain keterbatasan
infrastruktur dalam negeri menjadi masalah yang sangat membutuhkan perhatian
penting dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community
(AEC) 2015 mendatang. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menyiapkan beberapa
strategi untuk menghadapi AEC 2015 mendatang, seperti yang dilansir oleh
sumber: www.kompas.com
menurut Menteri Pedagangan Indonesia.
Pertama, terkait
infrastruktur, upaya yang sedang dan akan terus dilakukan adalah memanfaatkan
pelabuhan dan bandara berstatus internasional serta PT Penjaminan Infrastruktur
Indonesia (PII) untuk meningkatkan promosi investasi di bidang infrastruktur.
Selain itu, meningkatkan kerjasama infrastruktur dengan sektor swasta,
meningkatkan anggaran dalam pembangunan infrastruktur dan pembangunan
konektivitas antar provinsi, meningkatkan kerjasama subregional agar
pembangunan infrastruktur tidak terkonsentrasi di Semenanjung Malaya dan
Indochina. Juga, meningkatkan pasokan energi dan listrik agar dapat bersaing
dengan negara yang memiliki infrastruktur yang lebih baik.
Kedua, dalam upaya
mendorong pengembangan industri nasional, pemerintah akan memberikan insentif fiskal.
Pemberian insentif fiskal dan tersebut seperti pembebasan Pajak Penghasilan
badan untuk jangka waktu 5 sampai dengan 10 tahun serta tambahan pengurangan
Pajak Penghasilan sebesar 50 persen selama dua tahun untuk industri pionir.
Ditambah lagi dengan investement
allowance sebesar 30 persen
dari nilai penanaman modal, percepatan penyusutan dan amortisasi yang
dipercepat, pengurangan tauf PPh atas dividen luar negeri dan perpanjangan
kompensasi kerugian bagi investasi di bidang usaha atau daerah dengan prioritas
tinggi skala nasional.
Dan yang ketiga,
pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pengembangan KEK ini merupakan
bagian dari upaya untuk meningkatkan daya saing ekonomi menyongsong AEC 2015.
Fungsi KEK adalah untuk melakukan dan mengembangkan usaha dibidang perdagangan,
jasa, industri, pertambangan dan energi, transportasi, maritim dan perikanan,
pos dan telekomunikasi, pariwisata dan bidang lain.
Pemerintahan baru
pimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) berencana membangun proyek
infrastruktur berupa 'tol laut'. Konsep ‘tol laut’ bukanlah membangun jalan tol
di atas laut, melainkan penyediaan sistem distribusi logistik menggunakan kapal
besar yang menghubungkan dari ujung barat Indonesia
hingga ke ujung timur. Pemerintah akan berfokus pada pembangunan tol laut
menjadi sarana yang wajib dibangun guna menopang Indonesia sebagai negara
maritim yang hebat.
Menurut pemberitaan yang di lansir oleh sumber: www.liputan6.com Pemerintah melalui
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas telah mendesain
konsep tol laut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan 24 pelabuhan, antara lain,
Pelabuhan Banda Aceh, Belawan, Kuala Tanjung, Dumai, Batam, Padang, Pangkal
Pinang, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Tanjung Priok, Cilacap, Tanjung Perak,
Lombok, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Maloy, Makassar, Bitung,
Halmahera, Ambon, Sorong, Merauke dan Jayapura. Dengan gambaran dan anggaran
sebagai berikut :
Dengan anggaran untuk
investasi pengembangan 24 pelabuhan senilai
Rp.39,5 triliun dan anggaran investasi pengadaan kapal senilai Rp.53,15
triliun, diharapkan pembangunan ini kedepannya dapat berlangsung dengan baik
untuk mempersiapkan kedepannya Indonesia di tahun mendatang menjadi Negara yang
siap dalam menghadapi AEC 2015, dengan di dukung juga oleh
Pemerintah yang berencana mengembangkan 16 kawasan industri untuk mendukung
realisasi tol laut yang akan dan segeras digagas Presiden Joko Widodo. Dengan Pembangunan Jangka Menengah
Nasional 2015-2019, proyek strategis yang akan dibangun untuk mendukung 16
kawasan industri diperkirakan menelan dana Rp 47,67 triliun. Kebutuhan tersebut
terdiri dari proyek bandara senilai Rp 8,2 triliun, proyek jalan sebesar Rp
8,079 triliun, proyek kereta api sebanyak Rp 2,312 triliun, proyek
ketenagalistrikan senilai Rp 10,477 triliun, proyek pelabuhan senilai Rp 17,664
triliun, serta proyek sumber daya air sebanyak Rp 939 miliar.
Anggaran
investasi untuk kedua proyek pemerintah baru ini yang terbilang cukup besar, sehingga
dapat dijadikan sebagai acuan buat kita sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) agar
dapat turut serta mendukung pelaksaannya. Keterlibatan semua pihak di seluruh negara anggota ASEAN
mutlak diperlukan agar dapat mewujudkan ASEAN sebagai kawasan yang kompetitif
bagi kegiatan investasi dan perdagangan bebas yang pada gilirannya dapat
memberikan manfaat bagi seluruh negara ASEAN.Untuk Indonesia sendiri, dengan
jumlah populasi, luas dan letak geografi serta nilai PDB terbesar di ASEAN
harus menjadi aset agar Indonesia bisa menjadi pemain besar dalam AEC 2015
nanti.
Sumber Referensi:
http://www.kompas.com , http://www.tribunnews.com , http://www.liputan6.com , http://www.setneg.go.id , http://www.tempo.com , http://www.bappenas.com , http://www.detik.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar