Sabtu, 22 November 2014

Kebingungan Masyarakat dalam Menentukan Investasi

Nama  : Daniel Ivan
NRP    : 3203013016


Kebingungan Masyarakat dalam Menentukan Investasi
Masyarakat pada umumnya tidak seberapa memahami tentang apa itu yang disebut dengan investasi. Ketika mendengar kata investasi yang muncul dalam pikiran mereka adalah deposito. Akan tetapi, investasi tidak hanya deposito saja. Investasi dapat berupa saham, obligasi, reksa dana, kepemilikan tanah, bangunan dan asset lainya yang dapat mendatangkan keuntungan jangka panjang atau keuntungan di masa depan.
Masyarakat di Indonesia masih tergolong pasif dalam kesadaran berinvestasi. Mereka cenderung hanya mengenal deposito dan saham saja dan masih asing dengan istilah obligasi dan reksa dana. Memang tidak seluruh masyarakat buta akan investasi, tetapi tingkat masyarakat yang memahami tentang pentingya investasi masih sangat rendah. Masayarakat yang telah menyadari pentingnya investasipun lebih memilih menyimpan uangnya di dalam deposito bank.
Sedangkan partisipasi dalam berinvestasi khususnya dalam saham masih kurang. Hal itu terbukti dari pernyataan yang saya kutip,
{"Kesadaran saham masih minim, mayoritas investor masih dari Jakarta. Dari 90 persen investor di Pulau jawa, sekitar 80 persennya berasal dari Jakarta," kata Adikin Basirun, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Rabu (23/10/2013).}
Dalam data di atas, dapat disimpulkan masih rendahnya investor yang berinvestasi dalam saham. Kebanyakan hanya terpusat di pulau jawa saja khususnya Jakarta. Hal ini juga disebabkan oleh kurangnya pengertian akan pentingnya berinvestasi oleh masyarakat luas.
Meskipun sebagian besar hanya berada di pulau Jawa, masayarakat yang ingin mulai masuk dalam dunia investasi dan menjadi investor seringkali dibuat bimbang. Mereka bingung harus memilih investasi dalam bentuk seperti apa dan lebih menguntungkan mana apabila dibandingkan dengan deposito di bank.
            Di sini, saya akan memfokuskan pada salah satu investasi yang telah banyak dikenal oleh masyarakat luas yaitu deposito. Pada tulisan saya pada kali ini, saya akan memaparkan investasi mana yang lebih baik untuk diambil atau dipilih oleh masyarakat.
Deposito sendiri adalah, tabungan yang diberikan oleh bank yang dananya dijamin oleh LPS selama di bawah 2 miliar dan memenuhi syarat-syarat tertentu.
{Deposito atau yang sering juga disebut sebagai deposito berjangka, merupakan produk bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan kepada masyarakat. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu.
Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan. Bila deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo, maka akan kena penalti.
Deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). Deposito akan diperpanjang otomatis setelah jatuh tempo, sampai pemiliknya mencairkan depositonya.
Bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa. Bunga dapat diambil setelah tanggal jatuh tempo atau dimasukkan lagi ke pokok deposito untuk didepositokan lagi pada periode berikutnya.}
Pengertian yang saya kutip dari, id.wikipedia.org/wiki/Deposito.
Kelebihan yang terdapat dalam deposito adalah:
·      Tingkat keuntungan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tabungan biasa
·      Pemilik deposito mempunyai kesempatan untuk menerima bunga dari investasi deposito mereka. Bunga dapat di transfer ke rekening yang mereka inginkan.
·      Investasi yang paling aman.
·      Dijamin oleh LPS bila memenuhi persyaratan.
Sedangkan kelemahanya adalah :
·      Imbalan yang diberikan termasuk paling rendah jika dibandingkan dengan investasi yang lainnya.
·      Pendapatan bunga yang diterima dari deposito tidak berarti apabila dibandingkan dengan tingkat inflasi.
·      Tidak dapat menambah nilai deposito karena pemilik tidak terlibat dalam proses pengelolaanya.
Sedangkan saham sendiri merupakan sebuah surat berharga yang diperjual belikan sebagai bentuk kepemilikan dari suatu perusahaan. Apabila memiliki sebuah saham, maka para pemegang saham (investor) pada akhir tahun akan mendapat deviden.
{Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.}
Pengertian yang saya kutip dari, idx.co.id/id-id/beranda/produkdanlayanan/saham.aspx.
Kelebihan yang ada dalam saham adalah :
·      Adanya pembagian deviden kepada investor.
·      Mendapat capital gain apabila melakukan transaksi jual beli dalam waktu singkat. Menjual dengan harga yang lebih tinggi dari saat membeli.
Kerugian dari investasi saham adalah ;
·      Apabila perusahaan rugi maka investor tidak akan mendapatkan deviden.
·      Dapat terjadi capital loss. Yaitu, menjual dengan harga yang lebih tinggi dikarenakan harga indeks di pasar saham turun.
·      Apabila perusahaan bangkrut dan melakukan likuidasi, maka posisi pemegang saham berda di paling bawah.
·      Saham dapat disuspend oleh bursa efek dan pemagang saham baru dapat menual saham ketika bursa efek telah mencabut suspendnya.
Kebimbangan masyarakat untuk memilih saham juga dipicu oleh banyaknya berita tentang saham. Contohnya berita “IHSG turun 34,367 poin”.
{“Topsaham - Pada akhir perdagangan, Kamis (20/11) IHSG turun 34,367 poin (0,67%) ke level 5.093,566. Sementara …”.}
Sumber : topsaham.com/new1/index.php?option=com_content&view=article&id=11561:ihsg-turun-34367-poin-&catid=35:finansial&Itemid=55.
Berdasarkan penguraian di atas dapat disimpulkan jika setiap investasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Investasi mana yang lebih baik dan cocok itu tergantung dengan karakteristik para investor itu sendiri.
Apabila investor menginginkan investasi yang kecil atau minim resiko maka akan lebih baik menginvestasikan uangnya pada deposito. Akan tetapi, bila investor menginginkan keuntungan yang besar dan cepat maka akan leboh baik jika menginvestasikan uangnya dalam bentuk saham.
Sumber-sumber referensi data :

pakarinvestasi.blogdetik.com/keuntungan-dan-kerugian-dari-investasi-saham/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar