NRP : 3203013024
Akibat Kenaikan BBM pada Indonesia
Pada
hari Senin,17 November 2014 sekitar pukul 21:00 WIB Presiden Joko Widodo
mengungumkan kenaikan BBM yang sangat mengemparkan warga Indonesia dari harga
Rp.6500,00 menjadi Rp.8500,00. Kebijakan baru ini akan di jalankan pada tanggal
18 November 2014,pada pukul 00:00 WIB,kenaikannya pun mencapai 2000 rupiah dan sangat
membuat heboh para warga karena kenaikannya sungguh besar dan sangat
mendadak,banyak warga yang belum siap menerima kenaikan BBM,dan saat malam hari
itu juga SPBU pun penuh dan berdesakan bagi para pengguna kendaraan pribadi
seperti motor dan mobil karena mereka menghindari mengisi pada keseokan harinya.
Menurut
Menteri Keuangan Agus Martowardojo,kenaikan BBM ini dikarenakan bannyaknya
lonjakan konsumsi,harga BBM bersubsidi murah dan karena itu di manfaatkan orang
untuk hal jahat seperti penimbunan dan penyelundupan,selain itu masyarakat yang
seharusnya mampu juga ingin membeli BBM bersubsidi karena harganya yang murah
dan masyarakat yang mampu memanfaatkan fasilitas tersebut dengan lebih leluasa dan
tidak menghemat BBM,terus menerus membeli BBM karena menurut mereka harganya
murah dan terjangkau sehingga tidak ada alasan lain untuk tidak mengemat
BBM (M. ANDI PERDANA,2014) .
Banyak
sekali akibat yang terjadi karena kenaikan BBM ini,selain kekecewaan yang
dilanturkan oleh banyak orang tentang kenaikan ini padahal hal ini dilakukan
pemerintah juga untuk negara kita sendiri,Indonesia mempunyai hutang ke pada
negara” lain di luar Indonesia dan itu dilakukan demi pembangunan negara kita
sendiri,jika Indonesia tidak menaikan pendapatannya melalui BBM,jika hanya
berasal dari pajak saja maka tidak akan cukup,karena masih banyak orang yang
tidak bertanggung jawab dengan membayar pajak negara,sehingga perekonomian
Indonesia pun mengalami dampaknya,padahal membayar pajak juga salah satu
kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia yang baik dan beratanggung jawab.
Hal ini memaksa pemerintahan untuk menaikan BBM dengan itu sebagai salah satu
alasannya.
Salah
satu alasan lain adalah negara kita adalah negara yang miskin minyak,karena
menurut data BP Statistical Review 2013,cadangan minyak Indonesia tahun 2013
adalah 3,7 milliar barel minyak atau bisa di samakan dengan 0.2% cadangan
minyak dunia dan dengan produksi minyak 321 juta barrel per tahun,maka 11 tahun
lagi minyak Indonesia akan habis dan tidak akan ada cadangan minyak lagi (Berita
Terkini,2014). Jadi pak Jokowi serta peran para pemerintah yang terlibat menaikan
harga BBM demi negara kita sendiri agar dapat maju dan agar para warga yang
“curang” dapat sadar diri,tidak hanya memanfaatkan bahan bakar yang murah demi diri mereka sendiri,terkadang mereka
harus sadar bahwa itu diperuntukan kepada kalangan menengah kebawah,demi
kinerja mereka lebih maju dan kenaikan ini pun untuk membantu para warga yang
kurang mampu. Bantuan yang diberikan contohnya saat Rabu,19 November 2014
kemarin,bapak Wakil Presiden Indonesia,pak Jusuf Kalla dengan mentri sosial
Khofifah Indah Parawansah dan Sekertaris Wapres Muhammad Oemar mengunjungi Kantor
Pos Jalan Pemuda, Jakarta untuk meninjau program simpanan keluarga sejahtera
(PSKS) dan beliau pun mengatakan bahwa dana sosial untuk yang tidak mampu
berasal dari hasil kenaikan BBM (Icha Rastika,2014, Hal ini membuktikan bahwa
walaupun BBM mengalami kenaikan tetapi para pemerintah juga menunjukan maksut
baik kepada para para warga kurang mampu dan membantu mereka dengan dana hasil
BBM di alokasikan ke bidang sosial.
Tetapi
kenaikan BBM ini ditakutkan akan terjadi inflasi di Indonesia. Direktur lembaga
kajian migas Reforminer Institute, Pri Agung Rakhmanto kenaikan BBM yang
mencapai Rp.1500,00 ini mengakibatkan inflasi tumbun 1,6% tetapi juga
mengakibatkan reduksi subsidi sebesar Rp.57 trilliun. Dan menurut Enny
Sri,Hartati,direktur Institute For Development of Economics and Finance (INDEF)
menyatakan bahwa harga BBM memang menyebabkan inflasi tetapi hanyalah 8%,tidak
mencapai dua digit angka (Safitri,Dewi,2014)
Selain
memancing inflasi di Indonesia,ongkos dari menggunakan kendaraan umum seperti
bemo,bus umum,dll akan diperkirakan meningkat juga,hal ini di karenakan harga
pangan pun juga meningkat sehingga para pekerja juga harus meningkatkan
pendapatan mereka. Salah satu contohnya menurut salah satu berita di program
Liputan 6 pagi di SCTV pada hari Rabu,19 November 2014 dampak oleh kenaikan BBM
ini sekarang dirasakan oleh banyak supir angkutan umum di Jakarta yang mogok
kerja dikarenakan kenaikan BBM. Walaupun ada supir yang mogok,tapi masih ada
juga yang masih bekerja,karena menurut salah satu supir yang di wawancarai oleh
statiun TV tersebut berkata bahwa jika tidak bekerja,maka tidak akan mendapat
uang untuk kehidupan,hal ini sangat bagus dan patut di contoh oleh para supir
lain karena beliau mampu bersikap bijaksana atas keputusannya untuk masih tetap
bekerja walaupun BBM naik mempengaruhi kebanyakan orang untuk malas bekerja
karena biaya bensin yang sedang naik..
Jadi,dalam
kenaikan BBM tahun 2014 ini banyak yang tidak setuju,tetapi jika kita lihat
lagi semua yang pemerintah lakukan ini hanyalah untuk masyarakat Indonesia
sendiri,agar mereka bisa sejahtera dan makmur,selain itu dapat mengembangkan
Indonesia yang masih termasuk negara berkembang di dunia,tetapi kenapa kita
hanya bisa protes dan tidak bisa menganggap bahwa kenaikan ini juga demi
kepentingan kita semua? Mungkin pada awalnya kita kaget karena BBM naik,Pak
Jokowi tidak memenuhi janjinya sebagai presiden,tetapi sebenarnya karena Pak
Jokowi ingin memajukan Indonesia,dan seharusnya kita sebagai warga negara yang
baik dan bijaksana harus mendukung program ini,karena ini demi tanah air
kita,Indonesia.
Sumber:
http://nasional.kompas.com/read/2014/11/19/14044241/JK.Hasil.Kenaikan.Harga.BBM.Dikasih.ke.Bapak.Ibu.
http://www.tempo.co/read/news/2012/03/26/092392550/Ini-Alasan-Pemerintah-Menaikkan-Harga-BBM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar