Kamis, 27 November 2014

AKIBAT KENAIKAN BBM PADA INDONESIA

Nama :Natan Tanujaya
NRP : 3203013024
Akibat Kenaikan BBM pada Indonesia

Pada hari Senin,17 November 2014 sekitar pukul 21:00 WIB Presiden Joko Widodo mengungumkan kenaikan BBM yang sangat mengemparkan warga Indonesia dari harga Rp.6500,00 menjadi Rp.8500,00. Kebijakan baru ini akan di jalankan pada tanggal 18 November 2014,pada pukul 00:00 WIB,kenaikannya pun mencapai 2000 rupiah dan sangat membuat heboh para warga karena kenaikannya sungguh besar dan sangat mendadak,banyak warga yang belum siap menerima kenaikan BBM,dan saat malam hari itu juga SPBU pun penuh dan berdesakan bagi para pengguna kendaraan pribadi seperti motor dan mobil karena mereka menghindari mengisi pada keseokan harinya.
Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo,kenaikan BBM ini dikarenakan bannyaknya lonjakan konsumsi,harga BBM bersubsidi murah dan karena itu di manfaatkan orang untuk hal jahat seperti penimbunan dan penyelundupan,selain itu masyarakat yang seharusnya mampu juga ingin membeli BBM bersubsidi karena harganya yang murah dan masyarakat yang mampu memanfaatkan fasilitas tersebut dengan lebih leluasa dan tidak menghemat BBM,terus menerus membeli BBM karena menurut mereka harganya murah dan terjangkau sehingga tidak ada alasan lain untuk tidak mengemat BBM  (M. ANDI PERDANA,2014) .  
Banyak sekali akibat yang terjadi karena kenaikan BBM ini,selain kekecewaan yang dilanturkan oleh banyak orang tentang kenaikan ini padahal hal ini dilakukan pemerintah juga untuk negara kita sendiri,Indonesia mempunyai hutang ke pada negara” lain di luar Indonesia dan itu dilakukan demi pembangunan negara kita sendiri,jika Indonesia tidak menaikan pendapatannya melalui BBM,jika hanya berasal dari pajak saja maka tidak akan cukup,karena masih banyak orang yang tidak bertanggung jawab dengan membayar pajak negara,sehingga perekonomian Indonesia pun mengalami dampaknya,padahal membayar pajak juga salah satu kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia yang baik dan beratanggung jawab. Hal ini memaksa pemerintahan untuk menaikan BBM dengan itu sebagai salah satu alasannya.
Salah satu alasan lain adalah negara kita adalah negara yang miskin minyak,karena menurut data BP Statistical Review 2013,cadangan minyak Indonesia tahun 2013 adalah 3,7 milliar barel minyak atau bisa di samakan dengan 0.2% cadangan minyak dunia dan dengan produksi minyak 321 juta barrel per tahun,maka 11 tahun lagi minyak Indonesia akan habis dan tidak akan ada cadangan minyak lagi (Berita Terkini,2014). Jadi pak Jokowi serta peran para pemerintah yang terlibat menaikan harga BBM demi negara kita sendiri agar dapat maju dan agar para warga yang “curang” dapat sadar diri,tidak hanya memanfaatkan bahan bakar yang murah  demi diri mereka sendiri,terkadang mereka harus sadar bahwa itu diperuntukan kepada kalangan menengah kebawah,demi kinerja mereka lebih maju dan kenaikan ini pun untuk membantu para warga yang kurang mampu. Bantuan yang diberikan contohnya saat Rabu,19 November 2014 kemarin,bapak Wakil Presiden Indonesia,pak Jusuf Kalla dengan mentri sosial Khofifah Indah Parawansah dan Sekertaris Wapres Muhammad Oemar mengunjungi Kantor Pos Jalan Pemuda, Jakarta untuk meninjau program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) dan beliau pun mengatakan bahwa dana sosial untuk yang tidak mampu berasal dari hasil kenaikan BBM (Icha Rastika,2014, Hal ini membuktikan bahwa walaupun BBM mengalami kenaikan tetapi para pemerintah juga menunjukan maksut baik kepada para para warga kurang mampu dan membantu mereka dengan dana hasil BBM di alokasikan ke bidang sosial.
Tetapi kenaikan BBM ini ditakutkan akan terjadi inflasi di Indonesia. Direktur lembaga kajian migas Reforminer Institute, Pri Agung Rakhmanto kenaikan BBM yang mencapai Rp.1500,00 ini mengakibatkan inflasi tumbun 1,6% tetapi juga mengakibatkan reduksi subsidi sebesar Rp.57 trilliun. Dan menurut Enny Sri,Hartati,direktur Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan bahwa harga BBM memang menyebabkan inflasi tetapi hanyalah 8%,tidak mencapai dua digit angka (Safitri,Dewi,2014)
Selain memancing inflasi di Indonesia,ongkos dari menggunakan kendaraan umum seperti bemo,bus umum,dll akan diperkirakan meningkat juga,hal ini di karenakan harga pangan pun juga meningkat sehingga para pekerja juga harus meningkatkan pendapatan mereka. Salah satu contohnya menurut salah satu berita di program Liputan 6 pagi di SCTV pada hari Rabu,19 November 2014 dampak oleh kenaikan BBM ini sekarang dirasakan oleh banyak supir angkutan umum di Jakarta yang mogok kerja dikarenakan kenaikan BBM. Walaupun ada supir yang mogok,tapi masih ada juga yang masih bekerja,karena menurut salah satu supir yang di wawancarai oleh statiun TV tersebut berkata bahwa jika tidak bekerja,maka tidak akan mendapat uang untuk kehidupan,hal ini sangat bagus dan patut di contoh oleh para supir lain karena beliau mampu bersikap bijaksana atas keputusannya untuk masih tetap bekerja walaupun BBM naik mempengaruhi kebanyakan orang untuk malas bekerja karena biaya bensin yang sedang naik..
Jadi,dalam kenaikan BBM tahun 2014 ini banyak yang tidak setuju,tetapi jika kita lihat lagi semua yang pemerintah lakukan ini hanyalah untuk masyarakat Indonesia sendiri,agar mereka bisa sejahtera dan makmur,selain itu dapat mengembangkan Indonesia yang masih termasuk negara berkembang di dunia,tetapi kenapa kita hanya bisa protes dan tidak bisa menganggap bahwa kenaikan ini juga demi kepentingan kita semua? Mungkin pada awalnya kita kaget karena BBM naik,Pak Jokowi tidak memenuhi janjinya sebagai presiden,tetapi sebenarnya karena Pak Jokowi ingin memajukan Indonesia,dan seharusnya kita sebagai warga negara yang baik dan bijaksana harus mendukung program ini,karena ini demi tanah air kita,Indonesia.

Sumber:
http://www.tempo.co/read/news/2012/03/26/092392550/Ini-Alasan-Pemerintah-Menaikkan-Harga-BBM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar