Cakra Julianto
3203013171
Kelas A
PELUANG
DAN TANTANGAN AKUNTAN INDONESIA SAAT MEMASUKI AEC 2015
Dalam
beberapa tahun ini negara-negara ASEAN sudah melakukan perjanjian, dimana salah
satunya merupakan AEC (Asean Economic
Community) yang merupakan sebuah perjanjian negara-negara di ASEAN untuk
melakukan perdagangan bebas antar seluruh negara di ASEAN. AEC 2015 ini sendiri
dapat menjadi sebuah ajang untuk negara-negara yang berada di daerah ASEAN
untuk meningkatkan perdagangan dan kemampuan ekonominya, akan tetapi AEC ini
memiliki tantangan tersendiri, karena akan menjadi sebuah bencana untuk
negara-negara yang masih belum siap dan ekonominya masih belum stabil.
Menjelang
AEC 2015 ini banyak negara yang masih di bilang belum siap dalam menghadapi AEC
di 2015 ini. Sebagai contohnya adalah negara Indonesia. Meskipun Indonesia
merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah, akan tetapi daya
saing dari perdagangan dan tenaga kerja profesionalnya masih amat kurang,
terutama pada bidang akuntannya. Para lulusan akuntansi di Indonesia masih
kurang dalam hal profesionalitas mereka,
dan tidak hanya itu para lulusan akuntansi di Indonesia masih kurang up to date dalam segi penggunaan aturan
keuangan yang baru, juga penerapan teknologi informasi dalam bidang
akuntansinya. Dapat di lihat dari beberapa universitas di Indonesia sendiri,
universitas yang sudah menerapkan profesionalitas dan teknologi informasi, juga
aturan akuntansi (PSAK) yang baru masih rendah. Hal ini di karenakan kurangnya
kesadaran para lulussan akuntansi akan pentingnya penerapan sikap yang selalu
ingin maju dan mengikuti perkembangan zaman, sehingga tidak hanya diam pada zona amannya saja melainkan siap
mengahadapi tantangan-tantangan baru. Sikap ini lah yang sangat di perlukan oleh
para lulusan bisnis di Indonesia terutama akuntan dalam mengahadapi AEC 2015,
sehinggaakuntan dari negara asing tidak mendominasi profesi akuntansi di
Indonesia, karena jumlah akuntan dari Indonesia sendiri masih lebih kecil di
banding Singapura, Malaysia dan Filipina. Oleh karena itu, ada
beberapa strategi dalam menghadapi AEC 2015, seperti menyiapkan blue print
pengembangan profesi akuntansi di Indonesia, memperkuat regulasi profesi
akuntansi, menjalin kerjasama asosiasi profesi akuntan dengan negara lain, dan
sinergi pihak-pihak yang terkait dengan profesi akuntansi meliputi akademisi,
praktisi, asosiasi profesi, pengguna jasa, dan regulator. Sedangkan untuk
meningkatkan kualitas profesionalisme akuntan Indonesia, meliputi: peningkatan
kualitas pendidikan akuntansi, kualitas sertifikasi profesi akuntansi, standar
akuntansi, dan standar profesi yang sesuai dengan standar internasional, serta
kualitas pendidikaan professional berkelanjutan. Hal inilah yang dapat menjadi
peluang akuntan di Indonesia untuk bersaing dengan akuntan-akuntan negara asing,
bahkan dengan strategi ini kemungkinan akuntan Indonesia dapat menyebar di
negara-negara ASEAN dan mampu bersaing baik dari segi professional, etika
bekerja yang baik, kemampuan berkomunasi bahasa asing, leadership dan kemampuan dalam bidang akuntansinya.
Beberapa
tips untuk akuntan agar mampu bersaing dengan akuntan-akuntan asing, yaitu:
·
Menjadi akuntan-akuntan yang
kompetitif dan hal ini tentu membutuhkan dorongan dari berbagai pihak baik dari
pihak keluarga, teman dekat dan dari diri akuntan itu sendirilah yang paling
penting yaitu dengan memiliki sikap percaya diri untuk berkompetisi dan sikap
pantang menyerah.
·
Menjadi akuntan yang progresif,
dimana akuntan harus memiliki sifat professional, kompetitif, beretika dan
mampu beradaptasi sesuai perekonomian yang selalu berubah. Bila seorang akuntan
memiliki sikap-sikap tersebut maka dia akan mampu bersaing dengan
akuntan-akuntan asing.
·
Menumbuhkan sikap professional yang
tinggi. Adapun cara untuk menumbuhkan sikap profesionalitas, kompetitif dan up todate, yaitu:
1.
Menyukai bidang yang di geluti.
2.
Mampu membagi waktu dan membedakan masalah pribadi
dan pekerjaan.
3.
Selalu mengikuti perkembangan
perekonomian dunia dan aturan baru dalam sistem akuntansi yang terbaru dan
telah di resmikan di dunia.
4.
Mengembangkan
softskill
5.
Mengembangkan dan selalu melatih
kemampuan berkomunikasi terutama dalam menggunakana bahasa Internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar