Rabu, 26 November 2014

PELUANG DAN TANTANGAN AKUNTAN INDONESIA SAAT MEMASUKI AEC 2015



Cakra Julianto
3203013171 
Kelas A

PELUANG DAN TANTANGAN AKUNTAN INDONESIA SAAT MEMASUKI AEC 2015

Dalam beberapa tahun ini negara-negara ASEAN sudah melakukan perjanjian, dimana salah satunya merupakan AEC (Asean Economic Community) yang merupakan sebuah perjanjian negara-negara di ASEAN untuk melakukan perdagangan bebas antar seluruh negara di ASEAN. AEC 2015 ini sendiri dapat menjadi sebuah ajang untuk negara-negara yang berada di daerah ASEAN untuk meningkatkan perdagangan dan kemampuan ekonominya, akan tetapi AEC ini memiliki tantangan tersendiri, karena akan menjadi sebuah bencana untuk negara-negara yang masih belum siap dan ekonominya masih belum stabil.
Menjelang AEC 2015 ini banyak negara yang masih di bilang belum siap dalam menghadapi AEC di 2015 ini. Sebagai contohnya adalah negara Indonesia. Meskipun Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah, akan tetapi daya saing dari perdagangan dan tenaga kerja profesionalnya masih amat kurang, terutama pada bidang akuntannya. Para lulusan akuntansi di Indonesia masih kurang dalam  hal profesionalitas mereka, dan tidak hanya itu para lulusan akuntansi di Indonesia masih kurang up to date dalam segi penggunaan aturan keuangan yang baru, juga penerapan teknologi informasi dalam bidang akuntansinya. Dapat di lihat dari beberapa universitas di Indonesia sendiri, universitas yang sudah menerapkan profesionalitas dan teknologi informasi, juga aturan akuntansi (PSAK) yang baru masih rendah. Hal ini di karenakan kurangnya kesadaran para lulussan akuntansi akan pentingnya penerapan sikap yang selalu ingin maju dan mengikuti perkembangan zaman, sehingga tidak hanya diam  pada zona amannya saja melainkan siap mengahadapi tantangan-tantangan baru. Sikap ini lah yang sangat di perlukan oleh para lulusan bisnis di Indonesia terutama akuntan dalam mengahadapi AEC 2015, sehinggaakuntan dari negara asing tidak mendominasi profesi akuntansi di Indonesia, karena jumlah akuntan dari Indonesia sendiri masih lebih kecil di banding Singapura, Malaysia dan Filipina. Oleh karena itu, ada beberapa strategi dalam menghadapi AEC 2015, seperti menyiapkan blue print pengembangan profesi akuntansi di Indonesia, memperkuat regulasi profesi akuntansi, menjalin kerjasama asosiasi profesi akuntan dengan negara lain, dan sinergi pihak-pihak yang terkait dengan profesi akuntansi meliputi akademisi, praktisi, asosiasi profesi, pengguna jasa, dan regulator. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas profesionalisme akuntan Indonesia, meliputi: peningkatan kualitas pendidikan akuntansi, kualitas sertifikasi profesi akuntansi, standar akuntansi, dan standar profesi yang sesuai dengan standar internasional, serta kualitas pendidikaan professional berkelanjutan. Hal inilah yang dapat menjadi peluang akuntan di Indonesia untuk bersaing dengan akuntan-akuntan negara asing, bahkan dengan strategi ini kemungkinan akuntan Indonesia dapat menyebar di negara-negara ASEAN dan mampu bersaing baik dari segi professional, etika bekerja yang baik, kemampuan berkomunasi bahasa asing, leadership  dan  kemampuan dalam bidang akuntansinya.
Beberapa tips untuk akuntan agar mampu bersaing dengan akuntan-akuntan asing, yaitu:
·         Menjadi akuntan-akuntan yang kompetitif dan hal ini tentu membutuhkan dorongan dari berbagai pihak baik dari pihak keluarga, teman dekat dan dari diri akuntan itu sendirilah yang paling penting yaitu dengan memiliki sikap percaya diri untuk berkompetisi dan sikap pantang menyerah.
·         Menjadi akuntan yang progresif, dimana akuntan harus memiliki sifat professional, kompetitif, beretika dan mampu beradaptasi sesuai perekonomian yang selalu berubah. Bila seorang akuntan memiliki sikap-sikap tersebut maka dia akan mampu bersaing dengan akuntan-akuntan asing.
·         Menumbuhkan sikap professional yang tinggi. Adapun cara untuk menumbuhkan sikap profesionalitas, kompetitif dan up todate, yaitu:
1.      Menyukai bidang yang di geluti.
2.      Mampu  membagi waktu dan membedakan masalah pribadi dan pekerjaan.
3.      Selalu mengikuti perkembangan perekonomian dunia dan aturan baru dalam sistem akuntansi yang terbaru dan telah di resmikan di dunia.
4.      Mengembangkan softskill
5.      Mengembangkan dan selalu melatih kemampuan berkomunikasi terutama dalam menggunakana bahasa Internasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar