Keterkaitan
Mahasiswa dengan Penerapan International Standard Auditing (ISA)
Program studi Akuntansi yang semakin populer dalam
beberapa dekade terakhir membawa pengaruh besar bagi Indonesia untuk terus
meningkatkan kualitas para praktisi di bidang ini. Dalam hal ini, organisasi
yang dibentuk oleh para Akuntan Indonesia yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
terus memperbaiki kualitas, baik dalam segi pengetahuan para praktisi akuntansi
dan juga standar penerapan dalam pelaporan keuangan perusahaan. Salah satu
cabang ilmu akuntansi yang banyak diminati saat ini yaitu Auditing. Perkembangan Akuntansi Auditing sudah seharusnya menjadi perhatian bagi setiap pihak yang
terjun di dalamnya, baik para akuntan publik dan juga pihak akademis. Seperti, apa
standar terbaru dan bagaimana penerapannya. Namun beberapa perkembangan
mengenai auditing dalam beberapa saat terakhir tidak banyak diketahui, terutama
pihak akademis yaitu mahasiswa.
Perkembangan dalam bidang auditing baru-baru ini yaitu dengan diadopsinya International Standard Auditing (ISA) pada
awal tahun 2013 sebagai standar audit terbaru yang menggantikan standar
sebelumnya yaitu Standar Profesional
Akuntan Publik (SPAP). Perubahan
antara ISA dengan standar terdahulu bukanlah perubahan tanpa makna, dimana menurut
beberapa profesi akuntan yang berpendapat bahwa perubahan standar audit
bersifat substantif dan mendasar. ISA sendiri saat
ini sudah diadopsi oleh banyak negara
anggota International Federation of Accountants
(IFAC),
beberapa negara sudah melakukan adopsi penuh, dan sebagian negara masih
menyisakan beberapa seksi yang belum diadopsi. Langkah Indonesia untuk mengadopsi
ISA adalah keputusan yang baik untuk memperbaiki kualitas akuntan publik di
kancah Internasional, belum lagi mengingat
persaingan bisnis yang semakin ketat di awal tahun 2015 mendatang dengan
bergabungnya Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Sayangnya, kenyataan diatas bukan hanya
membawa berita baik. Berbagai tanggapan pesimis juga muncul di permukaan. Apakah
akuntan publik Indonesia akan berhasil mengimplementasikan ISA? Sudah
sewajarnya apabila pertanyaan tersebut akan
sering diperdebatkan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pihak akademis
yaitu mahasiswa juga memberikan peran yang besar bagi setiap transformasi di bidang
keilmuan yang dilakukan Indonesia. Mahasiswa program studi akuntansi yang
notabennya merupakan calon akuntan public, sudah selayaknya menyiapkan diri
sebelum terjun ke dunia kerja. Peran aktif mahasiswa dalam setiap perubahan
dapat dilakukan dengan setidaknya selalu mengikuti perkembangan yang
berhubungan dengan program studi yang ia tekuni. Namun, di sisi lain keterbatasan
pun dialami oleh mahasiswa program studi akuntansi, dengan minimnya ketersediaan
buku yang membahas mengenai penerapan standar ISA di Indonesia. Fakta lain yang tidak dapat
dipungkiri, penerapan audit berbasis ISA di Indonesia tidaklah mudah dan tidak
dapat dilakukan secara instan.
Tentunya sangat diharapkan segala persoalan yang berkaitan dengan penerapan standar ISA bisa dapat segera ditemukan jalan keluarnya. Namun perlu ada
strategi yang jelas untuk menyiasati perkembangan implementasi
standar ISA ini, melalui disusunnya rencana yang realistis dan pelaksanaan
nyata. Seperti dengan diadakannya
seminar dan pelatihan mengenai audit berbasis ISA bagi para praktisi audit, calon
auditor, dosen, dan mahasiswa untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan pengetahuan
mengenai standar audit ISA. Sehingga ISA tidak lagi menjadi hal yang asing dan
dalam praktiknya, audit berbasis ISA dapat diimplementasikan sebagaimana
mestinya guna mewujudkan praktisi audit yang lebih berkualitas di Indonesia.
Sumber
: Tuanakotta, Theodorus M. 2014. Audit
Berbasis ISA (International Standards on Auditing)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar