Senin, 24 November 2014

Dampak kenaikan BBM terhadap Perekonomian Indonesia



Nama : Chelena Destiviany Pramono
Kelas : A
NRP : 3203013167


                  Dampak kenaikan BBM terhadap Perekonomian Indonesia.

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Angkutan Darat DKI Jakarta akan meminta Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menaikkan tarif angkutan umum. Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan mengatakan surat permintaan itu akan disampaikan pekan ini. "Kemungkinan hari Kamis kami akan memasukkan surat ke gubernur tentang penyesuaian tarif," kata Shafruhan saat dihubungi, Selasa, 18 November 2014. Organda, kata Shafruhan, akan meminta kenaikan tarif sebesar 30-35 persen untuk angkutan reguler, seperti Kopaja, Metro Mini, bus kota reguler, dan taksi. Shafruhan mengatakan kenaikan ini dihitung berdasarkan naiknya harga bahan bakar minyak bersubsidi dan harga barang akibat inflasi. "Jadi bukan karena harga BBM saja, tapi juga dampak inflasi nanti." Shafruhan berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menaikkan tarif angkutan umum. Soalnya, sopir angkutan sudah menanggung kenaikan harga BBM bersubsidi mulai hari ini. "Beban sopir siapa yang mesti menanggung?"
Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter semalam. Harga Premium yang semula Rp 6.500 naik menjadi Rp 8.500, sedangkan solar  dari Rp. 5500 menjadi Rp. 7500, mengalami kenaikan sebanyak Rp. 2000. Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emanuel K. mengatakan sedang menunggu surat permohonan penyesuaian tarif dari Organda. Mereka kemudian akan menghitung berapa kenaikan tarif tersebut. "Tak ada ketentuan maksimal naik berapa persen." Saat ini, kata Shafruhan, Dinas Perhubungan dan Dewan Transportasi Kota Jakarta sedang mensurvei dampak kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap industri kendaraan, misalnya harga suku cadang dan kendaraan itu sendiri. Hasil survei ini akan menjadi salah satu bahan bagi pemerintah untuk mengkaji angka kenaikan tarif nanti.
            Bahan Bakar Minyak ( BBM ) merupakan peranan yang sangat penting didalam aktivitas ekonomi. Kenaikan harga BBM ini bukan hanya meresahkan masyarakat kecil bahkan bagi dunia usaha pun ikut meresahkan kenaikan BBM ini. Dapat dikatakan kenaikan BBM ini membuat masyarakat kecil kecewa, karena segala kebutuhan sehari-hari akan menjadi naik/lebih mahal dengan begitu berat beban hidup yang mereka tanggung akan lebih besar lagi. Kenaikan BBM ini juga berdampak pada perusahaan, antara lain meningkatkan overhead pabrik karena naiknya bahan baku, dan ditambah untuk membayar gaji karyawan akan naik/lebih besar lagi meskipun keuntungan didalam perusahaan semakin sedikit. Dengan kenaikan BBM ini akan menurunkan daya beli masyarakat, dengan begitu akan menurunkan penjualan dan pada akhirnya akan menurunkan pula untung/laba disebuah perusahaan.
            Kenaikan BBM ini juga berdampak pada tarif angkutan kota/bemo, dengan kenaikan tarif angkutan kota tersebut maka akan mendorong kenaikan harga barang-barang yang banyak menggunakan jasa transportasi tersebut dalam distribusi barangnya ke pasar. Demikian pula dengan harga solar yang mengalami kenaikan juga akan menyebabkan kenaikan harga barang/jasa yang dalam proses produksinya menggunakan solar sebagai sumber energinya. Maka BBM ini pun dapat menyebabkan kenaikan harga diberbagai kalangan seperti kita membeli barang di produsen, dipedagang besar ataupun di pedagang yang menjual barang dengan cara mengecer/eceran. Dengan adanya kenaikan BBM ini masyarakat kecil tentunya akan lebih condong ke pedagang yang menjual barang secara ecer. Tetapi biasanya pedagang yang menjual barang secara ecer itu jauh lebih mahal daripada kita beli barang diprodusen ataupun di pedagang-pedagang yang besar.
            Kenaikan BBM berdampak pada inflasi yang tinggi, inflasi pun tidak dapat dihindari. Tetapi BBM naikpun tidak dapat kita dihindari, karena akan membebani APBN. Dengan begini daya beli masyarakatpun akan menurun, muncul pengganguran baru dan sebagainya. Harga barang dan jasa pun melonjak tinggi dari naiknya biaya produksi barang dan jasa. Pekonomian masyarakat akan terganggu karena penghasilan yang mereka dapat tetap. Masyarakat mengalami kondisi yang tidak stabil dan membuat masyarakat tidak nyaman dengan adanya kenaikan BBM yang sedang terjadi ini. Salah satu kebijakan pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah kebijakan moneter. Seluruh kebijakan moneter efektif mengurangi dan mengatasi inflasi.
            Dengan adanya kenaikan bahan bakar minyak ( BBM ) ini dapat dipastikan tingkat pengangguran dimasyarakat akan bertambah banyak, karena dengan meningkatnya operasi diperusahaan maka kemungkinan akan terjadi PHK/pecat. 

Terdapat empat faktor yang menyebabkan harga minyak naik pada saat ini antara lain :
1.Invasi Amerika kepada Irak, ini menyebabkan ladang minyak di Irak tidak dapatberfungsi secara optimal sehingga supply minyak menurun.
2.Permintaan minyak yang cukup besar dari negara China & India.
3.Badai katrina dan badai rita yang melanda melanda daerah Amerika Serikat danmerusak kegiatan produksi yang berada di daerah teluk Meksiko.
4.Ketidakmampuan OPEC menstabilkan harga minyak dunia.

            Kenaikan ini akan sangat berdampak kepada masyarakat itu sendiri. Baik kenaikan BBM ini dianggap kenaikan yang secara positif ataupun negatif. Dampak yang akan terjadi pada tingkat inflasi dan pada kondisi diperekonomian Indonesia. Jadi Pemerintah di Indonesia harus segera mengambil keputusan yang bijak dan tepat untuk mengatasi naiknya BBM ini. Lebih kepada memperhatikan masyarakat-masyarakat kecil dan juga naiknya inflasi dapat membuat daya beli masyarakat kecil akan semakin rendah. Dengan naiknya inflasi ini kesejahteraan masyarakat akan semakin berkurang, tetapi tetap diharapkan masyarakat memahami serta menerima atas kenaikan BBM ini.

http://www.academia.edu/836871/Pengaruh_Kenaikan_Harga_BBM_Terhadap_Perekonomian_Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar