Nama : Chelena Destiviany Pramono
Kelas : A
NRP : 3203013167
Dampak kenaikan BBM terhadap Perekonomian Indonesia.
TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Angkutan Darat DKI
Jakarta akan meminta Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja
Purnama menaikkan tarif angkutan umum. Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan mengatakan
surat permintaan itu akan disampaikan pekan ini. "Kemungkinan hari Kamis
kami akan memasukkan surat ke gubernur tentang penyesuaian tarif," kata
Shafruhan saat dihubungi, Selasa, 18 November 2014. Organda, kata Shafruhan,
akan meminta kenaikan tarif sebesar 30-35 persen untuk angkutan reguler,
seperti Kopaja, Metro Mini, bus kota reguler, dan taksi. Shafruhan mengatakan
kenaikan ini dihitung berdasarkan naiknya harga bahan bakar minyak bersubsidi
dan harga barang akibat inflasi. "Jadi bukan karena harga BBM saja, tapi juga
dampak inflasi nanti." Shafruhan berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
akan segera menaikkan tarif angkutan umum. Soalnya, sopir angkutan sudah
menanggung kenaikan harga BBM bersubsidi mulai hari ini. "Beban sopir
siapa yang mesti menanggung?"
Presiden Joko
Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter
semalam. Harga Premium yang semula Rp 6.500 naik menjadi Rp 8.500, sedangkan
solar dari Rp. 5500 menjadi Rp. 7500,
mengalami kenaikan sebanyak Rp. 2000. Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang
Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emanuel K. mengatakan sedang
menunggu surat permohonan penyesuaian tarif dari Organda. Mereka kemudian akan
menghitung berapa kenaikan tarif tersebut. "Tak ada ketentuan maksimal
naik berapa persen." Saat ini, kata Shafruhan, Dinas Perhubungan dan Dewan
Transportasi Kota Jakarta sedang mensurvei dampak kenaikan harga BBM bersubsidi
terhadap industri kendaraan, misalnya harga suku cadang dan kendaraan itu
sendiri. Hasil survei ini akan menjadi salah satu bahan bagi pemerintah untuk
mengkaji angka kenaikan tarif nanti.
Bahan Bakar Minyak
( BBM ) merupakan peranan yang sangat penting didalam aktivitas ekonomi.
Kenaikan harga BBM ini bukan hanya meresahkan masyarakat kecil bahkan bagi
dunia usaha pun ikut meresahkan kenaikan BBM ini. Dapat dikatakan kenaikan BBM
ini membuat masyarakat kecil kecewa, karena segala kebutuhan sehari-hari akan
menjadi naik/lebih mahal dengan begitu berat beban hidup yang mereka tanggung
akan lebih besar lagi. Kenaikan BBM ini juga berdampak pada perusahaan, antara
lain meningkatkan overhead pabrik karena naiknya bahan baku, dan ditambah untuk
membayar gaji karyawan akan naik/lebih besar lagi meskipun keuntungan didalam
perusahaan semakin sedikit. Dengan kenaikan BBM ini akan menurunkan daya beli
masyarakat, dengan begitu akan menurunkan penjualan dan pada akhirnya akan
menurunkan pula untung/laba disebuah perusahaan.
Kenaikan BBM ini juga berdampak pada
tarif angkutan kota/bemo, dengan kenaikan tarif angkutan kota tersebut maka
akan mendorong kenaikan harga barang-barang yang banyak menggunakan jasa
transportasi tersebut dalam distribusi barangnya ke pasar. Demikian pula dengan
harga solar yang mengalami kenaikan juga akan menyebabkan kenaikan harga
barang/jasa yang dalam proses produksinya menggunakan solar sebagai sumber
energinya. Maka BBM ini pun dapat menyebabkan kenaikan harga diberbagai
kalangan seperti kita membeli barang di produsen, dipedagang besar ataupun di
pedagang yang menjual barang dengan cara mengecer/eceran. Dengan adanya
kenaikan BBM ini masyarakat kecil tentunya akan lebih condong ke pedagang yang
menjual barang secara ecer. Tetapi biasanya pedagang yang menjual barang secara
ecer itu jauh lebih mahal daripada kita beli barang diprodusen ataupun di
pedagang-pedagang yang besar.
Kenaikan BBM berdampak pada inflasi
yang tinggi, inflasi pun tidak dapat dihindari. Tetapi BBM naikpun tidak dapat
kita dihindari, karena akan membebani APBN. Dengan begini daya beli
masyarakatpun akan menurun, muncul pengganguran baru dan sebagainya. Harga
barang dan jasa pun melonjak tinggi dari naiknya biaya produksi barang dan
jasa. Pekonomian masyarakat akan terganggu karena penghasilan yang mereka dapat
tetap. Masyarakat mengalami kondisi yang tidak stabil dan membuat masyarakat
tidak nyaman dengan adanya kenaikan BBM yang sedang terjadi ini. Salah satu
kebijakan pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah kebijakan moneter. Seluruh
kebijakan moneter efektif mengurangi dan mengatasi inflasi.
Dengan adanya kenaikan bahan bakar minyak
( BBM ) ini dapat dipastikan tingkat pengangguran dimasyarakat akan bertambah
banyak, karena dengan meningkatnya operasi diperusahaan maka kemungkinan akan
terjadi PHK/pecat.
Terdapat empat faktor
yang menyebabkan harga minyak naik pada saat ini antara lain :
1.Invasi
Amerika kepada Irak, ini menyebabkan ladang minyak di Irak tidak dapatberfungsi
secara optimal sehingga supply minyak menurun.
2.Permintaan
minyak yang cukup besar dari negara China & India.
3.Badai
katrina dan badai rita yang melanda melanda daerah Amerika Serikat danmerusak
kegiatan produksi yang berada di daerah teluk Meksiko.
4.Ketidakmampuan
OPEC menstabilkan harga minyak dunia.
Kenaikan ini akan sangat berdampak
kepada masyarakat itu sendiri. Baik kenaikan BBM ini dianggap kenaikan yang secara
positif ataupun negatif. Dampak yang akan terjadi pada tingkat inflasi dan pada
kondisi diperekonomian Indonesia. Jadi Pemerintah di Indonesia harus segera mengambil
keputusan yang bijak dan tepat untuk mengatasi naiknya BBM ini. Lebih kepada
memperhatikan masyarakat-masyarakat kecil dan juga naiknya inflasi dapat
membuat daya beli masyarakat kecil akan semakin rendah. Dengan naiknya inflasi ini
kesejahteraan masyarakat akan semakin berkurang, tetapi tetap diharapkan
masyarakat memahami serta menerima atas kenaikan BBM ini.
Sumber
referensi : http://www.tempo.co/read/news/2014/11/18/090622705/Organda-DKI-Tarif-Angkutan-Umum-Naik-30-35-Persen
http://www.academia.edu/836871/Pengaruh_Kenaikan_Harga_BBM_Terhadap_Perekonomian_Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar