Senin, 24 November 2014

UPAYA MEMENANGKAN TUJUAN INDONESIA DALAM AEC DENGAN MENERAPKAN AKUNTANSI SYARIAH

NAMA : LISA INDAHWATI
KELAS : A
NRP : 3203013142
JURUSAN : AKUNTANSI

UPAYA MEMENANGKAN TUJUAN INDONESIA DALAM AEC DENGAN MENERAPKAN AKUNTANSI SYARIAH

Pada tahun 2015 nanti, negara-negara kawasan Asian Tenggara khusunya Indonesia akan memasuki persaingan fase baru terutama dalam bidang ekonomi yaitu tergabung dalam AEC ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) demi terwujudnya ekonomi yang terintegrasi. AEC merupakan mulainya terbuka luas pasar arus eksport dan import akan barang dan jasa yang terjadi di ASEAN tanpa memperhitungkan tarif dan non tarif lagi. Pada saat AEC sudah mulai ‘mewabah’ di Indonesia hal ini akan menjadi tantangan terbesar bagi peran pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sebagai pengendali dan pengambilan keputusan dibidang ekonomi dan perdagangan. Bukan hanya pemerintah saja yang merasakan tetapi masyarakat pun juga turut merasakan.
 Lembaga perbankan yang ada di Indonesia juga ikut merasakannya dampak dari AEC. Akuntansi harus dianggap sebagai salah satu derivasi hisab yang menganjurkan yang baik dan melarang yang jelek. Sistem akuntansi perbankan yang dianut oleh Indonesia saat ini ada dua yaitu Akuntansi Konvensional dan Akuntansi Syariah. Akuntansi Konvensional adalah suatu proses dalam pengolahan data keuangan pribadi atau perusahaan serta Akuntansi Konvensional ini merupakan sistem yang telah lama dipergunakan di Indonesia. Akuntansi Syariah adalah akuntansi yang berorientasi sosial, artinya akuntansi yang tidak hanya sebagai alat untuk menerjemahkan fenomena ekonomi dalam bentuk ukuran moneter tetapi juga sebagai suatu metode menjelaskan fennomena ekonomi itu berjalan dalam mastarakat islam. Bank syariah dalam melakuakan kegiatan usahanya hanya berdasarkan ada sistem bagi hasil dan tidak mengenal istilah bunga. Lalu bagaimana Akuntansi Syariah yang ada di Indonesia bisa berkembang ??? Hal-hal apa saja yang perlu diterapkan Akuntansi Syariah untuk memenangkan tujuan Indonesia dalam AEC tahun 2015 ???
Pada tahun 90 an negara Indonesian khususnya telah menunjukkan keadaan perubahan yang lebih membaik. Perkembangan sistem ekonomi dan bisnis berlandaskan islam telah menunjukkan trend yang cukup mengembirakan. Hadirnya lembaga keuangan syariah d belahan bumi menunjukkan langkah kemajuan keberadaan sistem ekonomi dan bisnis Islam di tanah air ini. Akuntansi syariah yang pertama kali diterapkan yang pertama kali di Indonesia adalah akuntansi perbankan syariah. Tujuan akuntansi syariah adalah terciptanya peradaban bisnis dengan wawasan humanis, emansipatoris, transendetal, dan teologis. Standar akuntansi perbankan syariah dikeluarkan  pada tanggal 1 Mei 2002 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam dua buku. Buku pertama menyangkut kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah (IAI, 2001). Sedangkan buku kedua mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Perbankan Syariah (IAI, 2001a). Standar ini diharapkan menjadi acuan dan ditaati oleh bank syariah dalam menyelenggarakan praktik akuntansi. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) saat ini membuat PSAK-PSAK yang mengatur dan sebagian dasar teori para akuntan Indonesia. Selain itu juga akuntansi syariah yang terdapat di Indonesia juga sudah mulai berani bermain di pasar saham contohnya saja Bank Panin Syariah dan Bank Muamalat.
Dengan perkembangan perbankan sebagai intemediry antara unit supply dengan init demand. Disinilah diperlukan proses pencatatan dan pelaporan semua transaksi dan kegiatan muamalah yang dilakukan di perbankan sehingga perlu sistem akuntansi yang relevan, dengan demikian erlu proses transformasi. Transformasi ini bukan hanya mempengaruhi perilaku manajemen, pemegang saham, karyawan dan masyarakat sekeliling tetapi juga organisasi yang bersangkutan.
Akuntansi adalah alat mekanis yang secara pribadi diterapkan pada kegiatan bisnis, akuntansi berkembang menjadi media yang sangat enting untuk mengungkapkan fakta umum yang penting tentang masyarakat modern dan komplek di mana kita hidup. akuntansi bertindak sebagai fungsi pencatatan dengan melaporkan informasi yang berguna bagi pemilik dan pemegang saham, investor yang disebabkan pemisahan pemilikan dengan pengawasan tidak lagi memiliki pengetahuan tentang kondisi dan kegiatan usaha. Tujuan akuntansi tidak lagi membuat pertanggungjawaban yang jelas bagi pemilik tetapi membiarkan perusahaan survive. Di pihak lain akuntansi telah menjadi alat untuk mengukur keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan yang berbeda dari keuntungan sosial. Sementara masyarakat mengharapkan agar perusahaan bertindak sebagai koordinator dalam penggunaan SDM, bahan baku dan dana yang  menghasilkan barang dan jasa dalam mendistribusikan hasilnya kepada penyumbang. Tetapi sayangnya belum dikembangkan kepada metode untuk melaporkan kemajuan masyarakat dan juga tidak membuat laporan atas hasilnya.
Mempelajar dan menerapkan akuntansi syariah pada hakekatnya adalah belajar dan menerapkan prinsip keseimbangan atas tansaksi atau perkiraan atau rekening yang telah dicatat dan dilaporkan kepada yang berhak kepada yang berhak mendapatkan isi laporan. Peranan manusia sebagai khalifah di muka bumi, maka seluruh upaya dilakukan oleh manusia harus mampu merespon kebutuhan masyarakat atau harus memiliki orientasi sosial. Demikian pula upaya kita untuk mengembangkan akuntansi syariah. Akuntansi harus berkembang dengan merespon kebutuhan masyarakat.
Sebenarnya akuntansi syariah sudah ada sejak lama dan baru akhir-akhir ini perkembangan akuntansi syariah begitu cepat dalam dunia perbankan dan masyarakat Indonesia juga mendukung dan menerima perkembangan dari akuntansi syariah serta karena segala peraturan, sistem operasional, sumber daya yang terlibat dalam bank syariah menganut ajaran dan hukum-hukum islam. Akuntansi Syariah tercrmin dalam akuntansi zakat. Akuntansi zakat menunjukkan proses di mana kekayaan diperoleh secara halal oleh perusahaan. Seiring berkembangnya praktek dunia perekonomian yang cukup statis maka banyak perbankan yang ada di Indonesia membuat unit baru dengan tambahan syariah seperti Bank BRI Syariah, Bank Mandiri Syariah, Bank Danamon Syariah dan masih banyak lagi bank-bank yang ada di Indonesia. Akuntansi syariah  dapat dengan mudah berkembang dan diterima oleh masyarakat Indonesia.  Hal ini disebabkan karena masyarakat Indonesia sebagian besar merupakan agama muslim dan juga mereka sangat kritis terhadap sesuatu yang berbau dan berhubungan langsung dengan unsur keagamaan serta
Akuntansi Syariah tidak membebankan masyarakat dengan tambahan atau persenan bunga.akuntansi syariah juga memiliki prinsip nilai. Prinsip nilai yang ada di akuntansi syariah adalah nilai pertanggungjawaban, keadilan dan kebenaran selalu melekat dalam sistem akuntansi syariah. Ketiga nilai tersebut tentu saja telah menjadi prinsip dasar yang universal dalam operasional akuntansi syariah. Akuntansi syariah juga memiliki pendekatan, pendekatan yang ada dalam akuntansi syariah ini ditinjau dari pendekatan tradisional yang telah diterima lebih tinggi dibandingkan dengan pendekatan yang baru.
Latar belakang terbentuknya AEC adalah membentuk ASEAN menjadi kawasan yang stabil dan berdaya saing tinggi dengan pertumbuhan ekonomi yang merata, menuju integrasi penuh pada ekonomi global, dan mengurangi kemisknan. Selain itu ASEAN dibentuk dengan tujuan untuk memberlakukan sistem single market yaitu sistem terbuka untuk melakukan perdangangan barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja. Datangnya AEC di Indonesia ternyata membawa keberuntungan jika dapat mengambil peluang didalam wabah AEC tersebut. Maka dari itu keseragaman pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia yang sekarang dan di waktu yang akan datang. Untuk itu pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lapisan masyarakat yang juga ikut berperan harus saling berkerja sama dalam pembentukan perekonomian Indonesia yang lebih baik sebelu memasuki pasar ASEAN. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga diharapkan untuk memperbaiki sistem, kebijakan-kebijakan, serta strategi yang terbaik untuk dapat mengoptimalkan tujuan AEC yang tertuang dalam AEC Blueprint. ASEAN Community terdiri daritiga pilar utama yang saling terintegrasi, yakni Asean Security Community, Asean Economic Community, Asean Sosio-Cultural Community.
Dengan adanya AEC Blueprint tersebut maka semakin jelaslah tujan Indonesia pada tahun  2015. Kawasan AEC tidak hanya sebagai konsumen dari masyarakat ekonomi Eropa tetapi diharapkan dengan adanya Blueprint maka kawasan AEC dapat menjadi produsen terutama Indonesia yang dapat menjadi pusat perekonomian dan produksi Asia Tenggara. Dalam kegiatan AEC pada tahun 2015 nanti tidak hanya akuntansi konvensional saja berperan untuk mengawasi dan menjadi tim audit sebuah peusahaan tetapi akuntansi syariah juga berperan justru malah lebih banyak dilirik oleh banyak perusahaan dan masyarakat karena sitem operasionalnya berdasarkan unsur nilai keagamaan. Akuntansi syariah tidak hanya berfungsi sebagai tim audit tetapi juga sebagai tempat untuk menabung, menjamin modal yang tanpa bunga, melayani dalam hal pemberian kartu kredit, pembuatan visa untuk pembelanjaan keluar negri. Dengan adanya akuntansi syariah diharapkan adalah dapat memenuhi sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam bank syariah, jaringan kantor bank syariah yang belum tersebar, dan meluas di seluruh Indonesia. Namun dengan berjalannya waktu bertambahnya masyarakat muslim di Indonesia dan ekonomi syariah akan terus berkembang secara positif kedepannya serta banyak investor asing yang lebih melirik akuntansi syariah Indonesia menjadi tim kerjasamanya yang dapat bersaing serta menjadi lebih unggul.
Dapat dipastikan penerapan akuntansi syariah yang ada di Indonesia sangat berpengaruh positif bagi perkembangan perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan sistem ekonomi global tidak memiliki pengaruh terhadap ekonomi syariah, maka walaupun ekonomi dalam keadaan terpuruk namun eksistensi ekonomi syariah akan terus tetap maju, stabil dan menjadi lebih baik. Dalam hal ini juga pemerintah diharapkan untuk turut serta dalam memperbaiki dan terus melanjutkan pengembangan-pengembangan yang menyangkut ekonomi syariah. Bukan hanya itu saja tetapi akuntansi syariah juga diharapkan untuk menjalin kerjasama dengan akuntansi syariah yang ada di Amerika, Eropa Afrika dll. Penerapan akuntansi syariah untuk memenangkan tujuan Indonesia pada AEC ini memerlukan andil dari pemerintah, masyarakat dalam negri maupun Luar Negri, investor-investor dan para  pengusaha dalam negri maupun luar negri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar