KELAS : A
NRP : 3203013142
JURUSAN : AKUNTANSI
UPAYA MEMENANGKAN
TUJUAN INDONESIA DALAM AEC DENGAN MENERAPKAN AKUNTANSI SYARIAH
Pada
tahun 2015 nanti, negara-negara kawasan Asian Tenggara khusunya Indonesia akan memasuki
persaingan fase baru terutama dalam bidang ekonomi yaitu tergabung dalam AEC ASEAN
ECONOMIC COMMUNITY (AEC) demi terwujudnya ekonomi yang terintegrasi. AEC
merupakan mulainya terbuka luas pasar arus eksport dan import akan barang dan
jasa yang terjadi di ASEAN tanpa memperhitungkan tarif dan non tarif lagi. Pada
saat AEC sudah mulai ‘mewabah’ di Indonesia hal ini akan menjadi tantangan
terbesar bagi peran pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sebagai
pengendali dan pengambilan keputusan dibidang ekonomi dan perdagangan. Bukan
hanya pemerintah saja yang merasakan tetapi masyarakat pun juga turut
merasakan.
Lembaga perbankan yang ada di Indonesia juga
ikut merasakannya dampak dari AEC. Akuntansi harus dianggap sebagai salah satu
derivasi hisab yang menganjurkan yang baik dan melarang yang jelek. Sistem akuntansi
perbankan yang dianut oleh Indonesia saat ini ada dua yaitu Akuntansi
Konvensional dan Akuntansi Syariah. Akuntansi Konvensional adalah suatu proses
dalam pengolahan data keuangan pribadi atau perusahaan serta Akuntansi
Konvensional ini merupakan sistem yang telah lama dipergunakan di Indonesia.
Akuntansi Syariah adalah akuntansi yang berorientasi sosial, artinya akuntansi
yang tidak hanya sebagai alat untuk menerjemahkan fenomena ekonomi dalam bentuk
ukuran moneter tetapi juga sebagai suatu metode menjelaskan fennomena ekonomi
itu berjalan dalam mastarakat islam. Bank syariah dalam melakuakan kegiatan
usahanya hanya berdasarkan ada sistem bagi hasil dan tidak mengenal istilah
bunga. Lalu bagaimana Akuntansi Syariah yang ada di Indonesia bisa berkembang ???
Hal-hal apa saja yang perlu diterapkan Akuntansi Syariah untuk memenangkan
tujuan Indonesia dalam AEC tahun 2015 ???
Pada
tahun 90 an negara Indonesian khususnya telah menunjukkan keadaan perubahan
yang lebih membaik. Perkembangan sistem ekonomi dan bisnis berlandaskan islam
telah menunjukkan trend yang cukup mengembirakan. Hadirnya lembaga keuangan
syariah d belahan bumi menunjukkan langkah kemajuan keberadaan sistem ekonomi
dan bisnis Islam di tanah air ini. Akuntansi syariah yang pertama kali
diterapkan yang pertama kali di Indonesia adalah akuntansi perbankan syariah.
Tujuan akuntansi syariah adalah terciptanya peradaban bisnis dengan wawasan
humanis, emansipatoris, transendetal, dan teologis. Standar akuntansi perbankan
syariah dikeluarkan pada tanggal 1 Mei
2002 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam
dua buku. Buku pertama menyangkut kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian
Laporan Keuangan Bank Syariah (IAI, 2001). Sedangkan buku kedua mengenai
Pernyataan Standar Akuntansi Perbankan Syariah (IAI, 2001a). Standar ini
diharapkan menjadi acuan dan ditaati oleh bank syariah dalam menyelenggarakan
praktik akuntansi. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) saat ini membuat PSAK-PSAK
yang mengatur dan sebagian dasar teori para akuntan Indonesia. Selain itu juga
akuntansi syariah yang terdapat di Indonesia juga sudah mulai berani bermain di
pasar saham contohnya saja Bank Panin Syariah dan Bank Muamalat.
Dengan
perkembangan perbankan sebagai intemediry antara unit supply dengan init
demand. Disinilah diperlukan proses pencatatan dan pelaporan semua transaksi
dan kegiatan muamalah yang dilakukan di perbankan sehingga perlu sistem
akuntansi yang relevan, dengan demikian erlu proses transformasi. Transformasi
ini bukan hanya mempengaruhi perilaku manajemen, pemegang saham, karyawan dan
masyarakat sekeliling tetapi juga organisasi yang bersangkutan.
Akuntansi
adalah alat mekanis yang secara pribadi diterapkan pada kegiatan bisnis,
akuntansi berkembang menjadi media yang sangat enting untuk mengungkapkan fakta
umum yang penting tentang masyarakat modern dan komplek di mana kita hidup.
akuntansi bertindak sebagai fungsi pencatatan dengan melaporkan informasi yang
berguna bagi pemilik dan pemegang saham, investor yang disebabkan pemisahan
pemilikan dengan pengawasan tidak lagi memiliki pengetahuan tentang kondisi dan
kegiatan usaha. Tujuan akuntansi tidak lagi membuat pertanggungjawaban yang
jelas bagi pemilik tetapi membiarkan perusahaan survive. Di pihak lain
akuntansi telah menjadi alat untuk mengukur keuntungan yang diperoleh oleh
perusahaan yang berbeda dari keuntungan sosial. Sementara masyarakat
mengharapkan agar perusahaan bertindak sebagai koordinator dalam penggunaan
SDM, bahan baku dan dana yang
menghasilkan barang dan jasa dalam mendistribusikan hasilnya kepada
penyumbang. Tetapi sayangnya belum dikembangkan kepada metode untuk melaporkan
kemajuan masyarakat dan juga tidak membuat laporan atas hasilnya.
Mempelajar
dan menerapkan akuntansi syariah pada hakekatnya adalah belajar dan menerapkan
prinsip keseimbangan atas tansaksi atau perkiraan atau rekening yang telah
dicatat dan dilaporkan kepada yang berhak kepada yang berhak mendapatkan isi
laporan. Peranan manusia sebagai khalifah di muka bumi, maka seluruh upaya
dilakukan oleh manusia harus mampu merespon kebutuhan masyarakat atau harus
memiliki orientasi sosial. Demikian pula upaya kita untuk mengembangkan
akuntansi syariah. Akuntansi harus berkembang dengan merespon kebutuhan
masyarakat.
Sebenarnya
akuntansi syariah sudah ada sejak lama dan baru akhir-akhir ini perkembangan
akuntansi syariah begitu cepat dalam dunia perbankan dan masyarakat Indonesia
juga mendukung dan menerima perkembangan dari akuntansi syariah serta karena
segala peraturan, sistem operasional, sumber daya yang terlibat dalam bank
syariah menganut ajaran dan hukum-hukum islam. Akuntansi Syariah tercrmin dalam
akuntansi zakat. Akuntansi zakat menunjukkan proses di mana kekayaan diperoleh
secara halal oleh perusahaan. Seiring berkembangnya praktek dunia perekonomian
yang cukup statis maka banyak perbankan yang ada di Indonesia membuat unit baru
dengan tambahan syariah seperti Bank BRI Syariah, Bank Mandiri Syariah, Bank
Danamon Syariah dan masih banyak lagi bank-bank yang ada di Indonesia.
Akuntansi syariah dapat dengan mudah
berkembang dan diterima oleh masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena masyarakat
Indonesia sebagian besar merupakan agama muslim dan juga mereka sangat kritis
terhadap sesuatu yang berbau dan berhubungan langsung dengan unsur keagamaan
serta
Akuntansi
Syariah tidak membebankan masyarakat dengan tambahan atau persenan bunga.akuntansi
syariah juga memiliki prinsip nilai. Prinsip nilai yang ada di akuntansi
syariah adalah nilai pertanggungjawaban, keadilan dan kebenaran selalu melekat
dalam sistem akuntansi syariah. Ketiga nilai tersebut tentu saja telah menjadi
prinsip dasar yang universal dalam operasional akuntansi syariah. Akuntansi
syariah juga memiliki pendekatan, pendekatan yang ada dalam akuntansi syariah
ini ditinjau dari pendekatan tradisional yang telah diterima lebih tinggi
dibandingkan dengan pendekatan yang baru.
Latar
belakang terbentuknya AEC adalah membentuk ASEAN menjadi kawasan yang stabil
dan berdaya saing tinggi dengan pertumbuhan ekonomi yang merata, menuju
integrasi penuh pada ekonomi global, dan mengurangi kemisknan. Selain itu ASEAN
dibentuk dengan tujuan untuk memberlakukan sistem single market yaitu sistem
terbuka untuk melakukan perdangangan barang, jasa, investasi, modal dan tenaga
kerja. Datangnya AEC di Indonesia ternyata membawa keberuntungan jika dapat
mengambil peluang didalam wabah AEC tersebut. Maka dari itu keseragaman
pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat berpengaruh besar terhadap
perekonomian Indonesia yang sekarang dan di waktu yang akan datang. Untuk itu
pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lapisan masyarakat yang juga ikut
berperan harus saling berkerja sama dalam pembentukan perekonomian Indonesia
yang lebih baik sebelu memasuki pasar ASEAN. Pemerintah pusat dan pemerintah
daerah juga diharapkan untuk memperbaiki sistem, kebijakan-kebijakan, serta
strategi yang terbaik untuk dapat mengoptimalkan tujuan AEC yang tertuang dalam
AEC Blueprint. ASEAN Community terdiri daritiga pilar utama yang saling
terintegrasi, yakni Asean Security Community, Asean Economic Community, Asean
Sosio-Cultural Community.
Dengan
adanya AEC Blueprint tersebut maka semakin jelaslah tujan Indonesia pada
tahun 2015. Kawasan AEC tidak hanya
sebagai konsumen dari masyarakat ekonomi Eropa tetapi diharapkan dengan adanya
Blueprint maka kawasan AEC dapat menjadi produsen terutama Indonesia yang dapat
menjadi pusat perekonomian dan produksi Asia Tenggara. Dalam kegiatan AEC pada
tahun 2015 nanti tidak hanya akuntansi konvensional saja berperan untuk
mengawasi dan menjadi tim audit sebuah peusahaan tetapi akuntansi syariah juga
berperan justru malah lebih banyak dilirik oleh banyak perusahaan dan
masyarakat karena sitem operasionalnya berdasarkan unsur nilai keagamaan.
Akuntansi syariah tidak hanya berfungsi sebagai tim audit tetapi juga sebagai
tempat untuk menabung, menjamin modal yang tanpa bunga, melayani dalam hal
pemberian kartu kredit, pembuatan visa untuk pembelanjaan keluar negri. Dengan
adanya akuntansi syariah diharapkan adalah dapat memenuhi sumber daya manusia
yang memiliki keahlian dalam bank syariah, jaringan kantor bank syariah yang
belum tersebar, dan meluas di seluruh Indonesia. Namun dengan berjalannya waktu
bertambahnya masyarakat muslim di Indonesia dan ekonomi syariah akan terus
berkembang secara positif kedepannya serta banyak investor asing yang lebih
melirik akuntansi syariah Indonesia menjadi tim kerjasamanya yang dapat
bersaing serta menjadi lebih unggul.
Dapat
dipastikan penerapan akuntansi syariah yang ada di Indonesia sangat berpengaruh
positif bagi perkembangan perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan sistem
ekonomi global tidak memiliki pengaruh terhadap ekonomi syariah, maka walaupun
ekonomi dalam keadaan terpuruk namun eksistensi ekonomi syariah akan terus
tetap maju, stabil dan menjadi lebih baik. Dalam hal ini juga pemerintah
diharapkan untuk turut serta dalam memperbaiki dan terus melanjutkan
pengembangan-pengembangan yang menyangkut ekonomi syariah. Bukan hanya itu saja
tetapi akuntansi syariah juga diharapkan untuk menjalin kerjasama dengan
akuntansi syariah yang ada di Amerika, Eropa Afrika dll. Penerapan akuntansi
syariah untuk memenangkan tujuan Indonesia pada AEC ini memerlukan andil dari
pemerintah, masyarakat dalam negri maupun Luar Negri, investor-investor dan
para pengusaha dalam negri maupun luar
negri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar