Selasa, 25 November 2014

Peran Akuntansi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan Menjelang AEC 2015

Nama: Yofina Panji Junita
NRP  : 3203013124
Kelas : A

Di penghujung tahun 2014 ini, dunia bisnis di Indonesia sedang bersiap untuk menghadapi AEC (Asean Economic Community) 2015. Apa itu AEC 2015? AEC 2015 merupakan sebuah komunitas, yang akan segera direalisasikan pada tahun 2015, oleh negara-negara yang tergabung dalam komunitas ASEAN demi terwujudnya ekonomi yang terintegrasi. AEC 2015 ini akan menimbulkan negara-negara ASEAN memberlakukan sistem single market yang berarti akan membuat pasar ASEAN menjadi terbuka untuk melakukan perdagangan barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja. Itu artinya, AEC 2015 akan meningkatkan nilai kompetitif negara-negara ASEAN dalam dunia bisnis, terutama dalam hal kualitas produk dan ketenagakerjaan.
Dari gambaran diatas, memang AEC 2015 dapat menjadi suatu peluang besar bagi beberapa perusahaan dalam negeri, karena tidak diberlakukannya lagi tarif maupun non-tarif apapun. Namun, mengingat daya saing Indonesia, baik dalam hal kualitas produk dan ketenagakerjaan, yang masih jauh tertinggal dari negara ASEAN yang lain, seperti Singapura dan Malaysia, tentu masih sangat banyak perusahaan dalam negeri yang harusnya menganggap AEC 2015 adalah suatu tantangan baru dalam dunia bisnis. Mengapa? Karena apabila kita membiarkan saja daya saing Indonesia yang masih tertinggal ini, akibatnya Indonesia akan menjadi negara yang tertinggal, dengan menjadi pasar impor, dan menjadi sekedar “penonton” saja, dimana Indonesia akan menjadi negara dengan pendapatan skala menengah sementara negara yang lain justru mengalami peningkatan pendapatan karena matang dalam persiapan menyambut AEC 2015.
Oleh sebab itu, perusahaan dalam negeri, terutama perusahaan manufaktur, sangat perlu mengambil keputusan manajerial yang tepat dan matang demi mempersiapkan perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis baru AEC 2015. Untuk mengambil keputusan dengan baik, perusahaan atau manajer memerlukan suatu sistem pelaporan intern / pelaporan manajerial yang baik dan berkualitas. Untuk memenuhi kebutuhan manajemen akan suatu sistem pelaporan intern yang memadai tersebut, diperlukan peran akuntansi manajemen sehingga sistem pelaporan intern / pelaporan manajerial dapat dilakukan dan berjalan dengan baik.
Apa itu akuntansi manajemen? Akuntansi manajemen adalah jaringan penghubung yang sistematis dalam penyajian informasi yang berguna untuk membantu pimpinan perusahaan dalam usaha mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya melalui pengambilan keputusan. Akuntansi manajemen inilah yang akan menjadi sumber informasi bagi akuntan manajemen dalam menjalankan peranannya agar dapat mengatasi permasalahan efisiensi biaya agar tetap efektif.
Perlu diketahui sebelumnya bahwa perusahaan yang akan dibahas dalam artikel ini adalah perusahaan manufaktur. Mengapa? Karena perekonomian Indonesia dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor industri manufaktur.
Informasi yang diperoleh dari fungsi akuntansi manajemen dapat menjadi landasan atau bahan pertimbangan perusahaan untuk melakukan pengambilan keputusan. Ada dua hal yang akan terus dibahas dalam suatu sistem pengambilan keputusan. Yang pertama, pengambilan keputusan selalu dilihat dan didasari dari dua sisi, yaitu dari sisi internal perusahaan (kondisi yang ada didalam perusahaan) dan dari sisi eksternal perusahaan (kondisi yang ada diluar perusahaan). Dari dua hal ini, maka akan didapati keterkaitan antar keduanya didalam suatu perusahaan berupa pertanyaan yaitu, apakah pengaruh dari perubahan kondisi eksternal perusahaaan bagi perusahaan, dan apa yang harus dilakukan oleh internal perusahaan untuk menghadapi tantangan bisnis yang semakin ketat dan tetap menjadi perusahaan yang adaptif (bertahan). Oleh sebab itu, untuk menjawab kedua pertanyaan inti tersebut, perusahaan dituntut untuk tanggap dan betul-betul mengenali apa saja tantangan bisnis yang sedang dihadapi maupun yang akan dihadapi, yaitu terkait dengan AEC 2015.
Yang kedua, pengambilan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan dapat dikelompokan menjadi keputusan untuk jangka panjang dan untuk jangka pendek. Keputusan untuk jangka panjang biasanya diambil agar memberikan manfaat dalam jangka yang panjang. Sedangkan keputusan jangka pendek merupakan keputusan yang diambil manajer dimana manfaat dari keputusan tersebut dapat langsung dirasakan pada saat keputusan tersebut diambil. Dari penjelasan ini, kedua jenis pengambilan keputusan perusahaan tetap berujung pada kelangsungan perusahaan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini berarti, baik keputusan jangka panjang maupun pendek sama-sama harus dipertimbangkan dengan baik. Disini, sangat diperlukan peran akuntansi manajemen agar dapat menyediakan bahan pertimbangan yang  memadai dalam pengambilan keputusan jangka panjang dan jangka pendek perusahaan yang  pada akhirnya juga akan mempengaruhi apakah perusahaan dapat bertahan dalam menghadapi tantangan AEC 2015.
Dari penjelasan diatas, akuntansi manajemen dapat memenuhi kebutuhan manajerial perusahaan berupa penyajian laporan keuangan dalam sistem perhitungan variable costing dan proses pengalokasian biaya dengan metode ABC (activity-based costing). Sistem perhitungan variable costing adalah perhitungan biaya pokok produksi dan biaya pokok penjualan dengan memisahkan antara biaya tetap (fixed cost) dan biaya variable (variable cost) yang ada didalam biaya produksi (biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik), dan biaya operasi dan penjualan. Pendekatan perhitungan harga pokok variable berhubungan erat dengan konsep biaya volume laba yang selalu dipertimbangkan oleh manajer dalam perencanaan laba dan pembuatan keputusan. Manfaat data perhitungan harga pokok dengan menggunakan metode variabel costing antara lain :
1.      Meningkatkan estimasi tingkat profitabilitas produk, konsumen, dan segmen bisnis lain.
2.      Laba periodik tidak dipengaruhi oleh tingkat persediaan. Dengan asumsi hal-hal lain tetap (harga jual, biaya,bauran benjualan dan sebagainya) laba akan searah dengan penjualan.
3.      Dengan menggunakan variable costing, biaya produksi per unit tidak mengandung biaya tetap.
4.      Laba bersih berdasarkan variabel costing lebih dekat dengan aliran kas bersih. Hal ini akan sangat penting untuk perusahaan yang mengalami masalah aliran kas.

Sedangkan proses pengalokasian biaya dengan metode ABC (activity-based costing) berarti konsep perhitungan biaya dalam akuntansi manajemen yang didasarkan pada aktivitas-aktivitas bisnis dalam organisasi yang dapat diterapkan untuk menghitung biaya produk dengan lebih akurat. Produk merupakan hasil aktivitas-aktivitas bisnis dan aktivitas-aktivitas tersebut memanfaatkan sumber daya yang menimbulkan biaya. Biaya produk dihubungkan ke aktivitas-aktivitas bisnis yang relevan dan kemudian ke sumberdaya yang dimanfaatkan. Hal ini menghasilkan perhitungan biaya produk yang lebih akurat dibandingkan dengan perhitungan dengan metode tradisional. Metode ABC ini baik untuk diterapkan di perusahaan yang memproduksi lebih dari satu jenis produk dan memiliki komponen biaya tidak langsung yang signifikan.
Dari kedua peranan atau fungsi akuntansi manajemen, dapat dikatakan bahwa setiap perusahaan harus betul-betul menerapkan sistem akuntansi manajemen dengan baik, karena banyak perusahaan belum menerapkan fungsi akuntansi manajemen yang baik dalam pertimbangannya dalam mengambil keputusan manajerial, terlebih lagi menjelang AEC 2015 ini.

Sumber referensi:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar