Nama: Yofina Panji Junita
NRP : 3203013124
Kelas : A
Di
penghujung tahun 2014 ini, dunia bisnis di Indonesia sedang bersiap untuk
menghadapi AEC (Asean Economic Community)
2015. Apa itu AEC 2015? AEC 2015 merupakan sebuah komunitas, yang akan segera
direalisasikan pada tahun 2015, oleh negara-negara yang tergabung dalam
komunitas ASEAN demi terwujudnya ekonomi yang terintegrasi. AEC 2015 ini akan
menimbulkan negara-negara ASEAN memberlakukan sistem single market yang berarti akan membuat pasar ASEAN menjadi terbuka
untuk melakukan perdagangan barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja. Itu
artinya, AEC 2015 akan meningkatkan nilai kompetitif negara-negara ASEAN dalam
dunia bisnis, terutama dalam hal kualitas produk dan ketenagakerjaan.
Dari
gambaran diatas, memang AEC 2015 dapat menjadi suatu peluang besar bagi
beberapa perusahaan dalam negeri, karena tidak diberlakukannya lagi tarif
maupun non-tarif apapun. Namun, mengingat daya saing Indonesia, baik dalam hal
kualitas produk dan ketenagakerjaan, yang masih jauh tertinggal dari negara
ASEAN yang lain, seperti Singapura dan Malaysia, tentu masih sangat banyak
perusahaan dalam negeri yang harusnya menganggap AEC 2015 adalah suatu
tantangan baru dalam dunia bisnis. Mengapa? Karena apabila kita membiarkan saja
daya saing Indonesia yang masih tertinggal ini, akibatnya Indonesia akan
menjadi negara yang tertinggal, dengan menjadi pasar impor, dan menjadi sekedar
“penonton” saja, dimana Indonesia akan menjadi negara dengan pendapatan skala
menengah sementara negara yang lain justru mengalami peningkatan pendapatan
karena matang dalam persiapan menyambut AEC 2015.
Oleh
sebab itu, perusahaan dalam negeri, terutama perusahaan manufaktur, sangat
perlu mengambil keputusan manajerial yang tepat dan matang demi mempersiapkan
perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis baru AEC 2015. Untuk mengambil
keputusan dengan baik, perusahaan atau manajer memerlukan suatu sistem
pelaporan intern / pelaporan manajerial yang baik dan berkualitas. Untuk memenuhi
kebutuhan manajemen akan suatu sistem pelaporan intern yang memadai tersebut,
diperlukan peran akuntansi manajemen sehingga sistem pelaporan intern /
pelaporan manajerial dapat dilakukan dan berjalan dengan baik.
Apa
itu akuntansi manajemen? Akuntansi manajemen adalah jaringan penghubung yang
sistematis dalam penyajian informasi yang berguna untuk membantu pimpinan
perusahaan dalam usaha mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
sebelumnya melalui pengambilan keputusan. Akuntansi manajemen inilah yang akan
menjadi sumber informasi bagi akuntan manajemen dalam menjalankan peranannya
agar dapat mengatasi permasalahan efisiensi biaya agar tetap efektif.
Perlu
diketahui sebelumnya bahwa perusahaan yang akan dibahas dalam artikel ini
adalah perusahaan manufaktur. Mengapa? Karena perekonomian Indonesia
dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor industri manufaktur.
Informasi
yang diperoleh dari fungsi akuntansi manajemen dapat menjadi landasan atau
bahan pertimbangan perusahaan untuk melakukan pengambilan keputusan. Ada dua
hal yang akan terus dibahas dalam suatu sistem pengambilan keputusan. Yang
pertama, pengambilan keputusan selalu dilihat dan didasari dari dua sisi, yaitu
dari sisi internal perusahaan (kondisi yang ada didalam perusahaan) dan dari
sisi eksternal perusahaan (kondisi yang ada diluar perusahaan). Dari dua hal
ini, maka akan didapati keterkaitan antar keduanya didalam suatu perusahaan
berupa pertanyaan yaitu, apakah pengaruh dari perubahan kondisi eksternal
perusahaaan bagi perusahaan, dan apa yang harus dilakukan oleh internal
perusahaan untuk menghadapi tantangan bisnis yang semakin ketat dan tetap
menjadi perusahaan yang adaptif (bertahan). Oleh sebab itu, untuk menjawab
kedua pertanyaan inti tersebut, perusahaan dituntut untuk tanggap dan betul-betul
mengenali apa saja tantangan bisnis yang sedang dihadapi maupun yang akan
dihadapi, yaitu terkait dengan AEC 2015.
Yang
kedua, pengambilan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan dapat dikelompokan
menjadi keputusan untuk jangka panjang dan untuk jangka pendek. Keputusan untuk
jangka panjang biasanya diambil agar memberikan manfaat dalam jangka yang
panjang. Sedangkan keputusan jangka pendek merupakan keputusan yang diambil
manajer dimana manfaat dari keputusan tersebut dapat langsung dirasakan pada
saat keputusan tersebut diambil. Dari penjelasan ini, kedua jenis pengambilan
keputusan perusahaan tetap berujung pada kelangsungan perusahaan, baik dalam
jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini berarti, baik keputusan jangka
panjang maupun pendek sama-sama harus dipertimbangkan dengan baik. Disini,
sangat diperlukan peran akuntansi manajemen agar dapat menyediakan bahan
pertimbangan yang memadai dalam
pengambilan keputusan jangka panjang dan jangka pendek perusahaan yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi apakah
perusahaan dapat bertahan dalam menghadapi tantangan AEC 2015.
Dari penjelasan diatas, akuntansi manajemen dapat
memenuhi kebutuhan manajerial perusahaan berupa penyajian laporan keuangan
dalam sistem perhitungan variable costing
dan proses pengalokasian biaya dengan metode ABC (activity-based costing). Sistem perhitungan variable costing adalah perhitungan biaya pokok produksi dan biaya
pokok penjualan dengan memisahkan antara biaya tetap (fixed cost) dan biaya variable (variable
cost) yang ada didalam biaya produksi (biaya bahan baku langsung, biaya
tenaga kerja langsung, dan biaya overhead
pabrik), dan biaya operasi dan penjualan. Pendekatan perhitungan harga pokok
variable berhubungan erat dengan konsep biaya volume laba yang selalu
dipertimbangkan oleh manajer dalam perencanaan laba dan pembuatan keputusan. Manfaat data
perhitungan harga pokok dengan menggunakan metode variabel costing antara lain :
1. Meningkatkan
estimasi tingkat profitabilitas produk, konsumen, dan segmen bisnis lain.
2. Laba periodik
tidak dipengaruhi oleh tingkat persediaan. Dengan asumsi hal-hal lain tetap
(harga jual, biaya,bauran benjualan dan sebagainya) laba akan searah dengan
penjualan.
3. Dengan
menggunakan variable costing, biaya
produksi per unit tidak mengandung biaya tetap.
4. Laba bersih
berdasarkan variabel costing lebih
dekat dengan aliran kas bersih. Hal ini akan sangat penting untuk perusahaan
yang mengalami masalah aliran kas.
Sedangkan proses
pengalokasian biaya dengan metode ABC (activity-based
costing) berarti konsep perhitungan biaya dalam akuntansi manajemen yang
didasarkan pada aktivitas-aktivitas bisnis dalam organisasi yang dapat
diterapkan untuk menghitung biaya produk dengan lebih akurat. Produk merupakan
hasil aktivitas-aktivitas bisnis dan aktivitas-aktivitas tersebut memanfaatkan
sumber daya yang menimbulkan biaya. Biaya produk dihubungkan ke
aktivitas-aktivitas bisnis yang relevan dan kemudian ke sumberdaya yang
dimanfaatkan. Hal ini menghasilkan perhitungan biaya produk yang lebih akurat
dibandingkan dengan perhitungan dengan metode tradisional. Metode ABC ini baik
untuk diterapkan di perusahaan yang memproduksi lebih dari satu jenis produk
dan memiliki komponen biaya tidak langsung yang signifikan.
Dari kedua peranan atau fungsi
akuntansi manajemen, dapat dikatakan bahwa setiap perusahaan harus betul-betul
menerapkan sistem akuntansi manajemen dengan baik, karena banyak perusahaan
belum menerapkan fungsi akuntansi manajemen yang baik dalam pertimbangannya
dalam mengambil keputusan manajerial, terlebih lagi menjelang AEC 2015 ini.
Sumber referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar