Nama : Serly Puspita Sari
Kelas: A
NRP: 3203013189
Globalisasi
sudah merupakan hal yang wajar dan muthlak bagi sebuah negara. Globalisasi
inilah yang membawa sebuah perubahan dalam berbagai bidang di suatu negara khususnya bidang ekonomi. Akhir-akhir ini ada
sebuah program yang telah direncanakan oleh sebuah organisasi di wilayah ASEAN,
program tersebut bernama AEC(Asean Economic Comunnity). AEC ini akan membawa
pengaruh besar bagi sebuah negara terutama di bidang ekonomi, yaitu perdagangan
bebas. Persaingan dalam perdagangan akan semakin ketat dan kompetitif, oleh
karena itu setiap perofesi pekerjaan harus dapat meningkatkan kualitas dan
kuantitas mereka agar tidak kalah saing dengan negara lain.
Salah satu profesi yang akan bersaing ketat
adalah akuntan, karena kunci keberhasilan sebuah perusahaan tak lepas dari
peranan seorang akuntan. Jadi, seorang akuntan tak hanya akan bersaing dengan
akuntan dari dalam tetapi juga dari luar. Akuntan dituntut untuk untuk mempunyai
integritas yang tinggi dan kompeten dalam pekerjaannya dalam menghadapi pasar
perdagangan bebas tahun 2015. Tak hanya itu, akuntan juga harus menjadi akuntan
yang progesif(profesional, beretika, dan kompetitif) . Hal ini dimaksudkan agar
akuntan Indonesia tetap dapat bertahan di tengah persaingan serta bahkan
membawa dampak yang luar biasa bagi profesinya.
Peluang dalam
AEC 2015 akan menjadi pembelajaran dan pengalaman lebih bagi akuntan Indonesia.
Jika seorang akuntan dapat melihat sebuah peluang di antara hambatan AEC serta
memanfaatkan peluang yang ada tentu membuat akuntan tersebut akan bertahan
dalam AEC. Salah satu kunci utama untuk tetap kompetitif di AEC adalah dengan
menjadi akuntan yang progresif. Arti dari progresif sendiri adalah akuntan yang
memiliki jiwa profesional, beretika baik, dan kompetitif.
Seorang akuntan
harus memiliki sikap dan sifat profesionalisme dalam diri mereka. Sebuah
perusahaan bergantung pada akuntan dalam perkembangan bisnisnya, karena itu
seorang akuntan harus dapat bekerja sesuai dengan prosedur dan peraturan yang
ada di dalam maupun di luar perusahaan. Hal lain yang harus dimiliki seorang
akuntan adalah mempunyai integritas tinggi dengan menyajikan data keuangan
sesuai dengan kebenarannya. Akuntan tidak boleh melebih-lebihkan maupun
melakukan kecurangan dalam data keuangan perusahaan, karena akan berpengaruh
pada kelangsungan perusahaan.
Kemampuan
keakuntansian seorang akuntan berasal dari kualitas pengajaran yang didapat
saat di perguruan tinggi. Hal tersebut akan berdampak pada kemampuan akuntan
saat bekerja. Bekal yang cukup akan menjadi salah satu faktor yang menunjang
akuntan untuk dapat bertahan di tengah maraknya AEC.
Tak hanya
memiliki sikap dan sifat profesionalisme, seorang akuntan juga harus mempunyai
etika yang baik. Menghasilkan lulusan akuntan yang beromoral tinggi menjadi
tujuan perguruan tinggi di Indonesia. Menjadi akuntan yang bermoral dan
beretika tak hanya diperlukan IQ(Inteleqtual), tetapi juga dibutuhkan
EQ(Emosionalitas) dan SQ(Spritualitas). Sebagai seorang akuntan tentu wajib
mempunyai kemampuan IQ dalam memahami dan memecahkan masalah keuangan yang ada.
Namun, peran EQ dan SQ juga penting, seorang akuntan yang mempunyai EQ maka
akan mampu mengahadapi semua persoalan yang ada secara tenang dan baik. Tak
luput dari itu, seorang akuntan yang juga mempunyai SQ akan lebih memahami
dirinya. Jadi, untuk mewujudkan akuntan yang memiliki moral tinggi, beretika,
dan bertanggung jawab harus memperhatikan IQ,EQ, dan SQ.
AEC yang akan
dilaksanakan tahun depan tentu akan berdampak bagi seorang akuntan. Persaingan
yang semakin ketat antara akuntan dalam negri maupun luar negri. Akuntan dari
luar negri pun siap untuk menduduki posisi akuntan dalam negri. Oleh karena
itu, negara Indonesia harus mempersiapkan hal-hal untuk mengantisipasi hal
tersebut dengan menyiapkan akuntan-akuntan yang kompetitif. Akuntan kompetitif
tentunya memerlukan bantuan dari berbagai pihak. Tak hanya itu yang paling
penting adalah dorongan dari dalam diri akuntan itu sendiri. Seorang akuntan
harus memiliki bekal pengetahuan, kepercayaan diri, pantang menyerah, dan
melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaannya. Itulah yang membuat akuntan
dapat bersaing dengan akuntan luar negri.
Ada tujuh poin
nilai tambah yang menunjang seorang akuntan menjadi lebih kompetitif :
1. Pengalaman
Praktis : Akuntan kompetitif memiliki pengalaman praktis yang sudah melalui
pengujian serta sudah terbukti di masyarakat.
2. Komitmen
Good Governance : Akuntan mempunyai integritas, etika bisni, nilai-nilai soail
dan menjujung tinggi prinsip-prinsip tersebut.
3. Referensi
Keilmuan Berkualitas : Akuntan harus senantiasa memperbaharui setiap kinerjanya
sehingga dapat tercipta kinerja yang lebih baik setiap harinya.
4. Standar
Kerja Terbaik : Seorang akuntan memiliki standar kerja ysng tinggi dan kompeten
baik secara nasional maupun secara internasional.
5. Jejaring
Luas : Akuntan yang bergabung dengan IAI dan tercatat sebagai akuntan
profesional tentu akan membawa dampak positif bagi akuntan itu sendiri maupun
bagi citra perusahaan.
6. Leadership
: Akuntan yang kompetitif tentu mempunyai kemampuan sebagai seorang pemimpin.
7. Decision
Maker : Akuntan dapat mengetahui masalah
perubahan secara detail dan cepat dalam mengambil langkah keputusan yang baik
dan benar sehingga tidak membuat perusahaan kehilangan visi dan misinya.
Ketika ketiga
hal tersebut telah dimiliki oleh seorang akuntan, maka ketiga hal tersebut
harus dikembangkan secara maksimal agar dapat lebih siap dalam menghadapi
persaingan AEC. Cara yang digunakan untuk menumbuhkan sikap profesional,
beretika, dan kompetitif antara lain:
1. Bekerja
secara jujur, berintegritas, dan kompeten yang tinggi
2. Tidak
pantang menyerah dalam keadaan apapun
3. Selalu
mengikuti perkembangan berita nasional maupun internasional, agar dapat
mengantisipasi jika ada hal yang negatif yang berhubungan dengan keuangan
4. Meningkatkan
kemampuan IQ,EQ, dan SQ
5. Lebih
meningkatkan kualifikasi dosen pengajar baik dalam segi pengetahuan maupun
etika agar lulusan akuntansi dalam perguruan tinggi memiliki bekal pengetahuan yang
tinggi
6. Memiliki
tanggung jawab dalam setiap pekerjaan yang dilaksanakannya, maka ia akan
bekerja secara maksimal serta memperhatikan setiap detail yang ada
Persaingan adalah hal
yang sering didengar apalagi bagi dunia kerja. Tak perlu takut dalam menghadapi
AEC, tetapi manfaatkanlah kesempatan yang ada dengan bekal pengetahuan dan
sikap yang mempunyai integritas serta tanggung jawab. Dengan demikian, maka
akuntan Indonesia dapat mengalami suatu perubahan yang signifikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar