Selasa, 25 November 2014

Persiapan yang harus dilakukan oleh seorang akuntan Indonesia dalam menghadapi AEC 2015



Nama : Serly Puspita Sari
Kelas: A
NRP: 3203013189


Globalisasi sudah merupakan hal yang wajar dan muthlak bagi sebuah negara. Globalisasi inilah yang membawa sebuah perubahan dalam berbagai bidang di suatu negara  khususnya bidang ekonomi. Akhir-akhir ini ada sebuah program yang telah direncanakan oleh sebuah organisasi di wilayah ASEAN, program tersebut bernama AEC(Asean Economic Comunnity). AEC ini akan membawa pengaruh besar bagi sebuah negara terutama di bidang ekonomi, yaitu perdagangan bebas. Persaingan dalam perdagangan akan semakin ketat dan kompetitif, oleh karena itu setiap perofesi pekerjaan harus dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas mereka agar tidak kalah saing dengan negara lain.
 Salah satu profesi yang akan bersaing ketat adalah akuntan, karena kunci keberhasilan sebuah perusahaan tak lepas dari peranan seorang akuntan. Jadi, seorang akuntan tak hanya akan bersaing dengan akuntan dari dalam tetapi juga dari luar. Akuntan dituntut untuk untuk mempunyai integritas yang tinggi dan kompeten dalam pekerjaannya dalam menghadapi pasar perdagangan bebas tahun 2015. Tak hanya itu, akuntan juga harus menjadi akuntan yang progesif(profesional, beretika, dan kompetitif) . Hal ini dimaksudkan agar akuntan Indonesia tetap dapat bertahan di tengah persaingan serta bahkan membawa dampak yang luar biasa bagi profesinya.
Peluang dalam AEC 2015 akan menjadi pembelajaran dan pengalaman lebih bagi akuntan Indonesia. Jika seorang akuntan dapat melihat sebuah peluang di antara hambatan AEC serta memanfaatkan peluang yang ada tentu membuat akuntan tersebut akan bertahan dalam AEC. Salah satu kunci utama untuk tetap kompetitif di AEC adalah dengan menjadi akuntan yang progresif. Arti dari progresif sendiri adalah akuntan yang memiliki jiwa profesional, beretika baik, dan kompetitif.
Seorang akuntan harus memiliki sikap dan sifat profesionalisme dalam diri mereka. Sebuah perusahaan bergantung pada akuntan dalam perkembangan bisnisnya, karena itu seorang akuntan harus dapat bekerja sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ada di dalam maupun di luar perusahaan. Hal lain yang harus dimiliki seorang akuntan adalah mempunyai integritas tinggi dengan menyajikan data keuangan sesuai dengan kebenarannya. Akuntan tidak boleh melebih-lebihkan maupun melakukan kecurangan dalam data keuangan perusahaan, karena akan berpengaruh pada kelangsungan perusahaan.
Kemampuan keakuntansian seorang akuntan berasal dari kualitas pengajaran yang didapat saat di perguruan tinggi. Hal tersebut akan berdampak pada kemampuan akuntan saat bekerja. Bekal yang cukup akan menjadi salah satu faktor yang menunjang akuntan untuk dapat bertahan di tengah maraknya AEC.
Tak hanya memiliki sikap dan sifat profesionalisme, seorang akuntan juga harus mempunyai etika yang baik. Menghasilkan lulusan akuntan yang beromoral tinggi menjadi tujuan perguruan tinggi di Indonesia. Menjadi akuntan yang bermoral dan beretika tak hanya diperlukan IQ(Inteleqtual), tetapi juga dibutuhkan EQ(Emosionalitas) dan SQ(Spritualitas). Sebagai seorang akuntan tentu wajib mempunyai kemampuan IQ dalam memahami dan memecahkan masalah keuangan yang ada. Namun, peran EQ dan SQ juga penting, seorang akuntan yang mempunyai EQ maka akan mampu mengahadapi semua persoalan yang ada secara tenang dan baik. Tak luput dari itu, seorang akuntan yang juga mempunyai SQ akan lebih memahami dirinya. Jadi, untuk mewujudkan akuntan yang memiliki moral tinggi, beretika, dan bertanggung jawab harus memperhatikan IQ,EQ, dan SQ.
AEC yang akan dilaksanakan tahun depan tentu akan berdampak bagi seorang akuntan. Persaingan yang semakin ketat antara akuntan dalam negri maupun luar negri. Akuntan dari luar negri pun siap untuk menduduki posisi akuntan dalam negri. Oleh karena itu, negara Indonesia harus mempersiapkan hal-hal untuk mengantisipasi hal tersebut dengan menyiapkan akuntan-akuntan yang kompetitif. Akuntan kompetitif tentunya memerlukan bantuan dari berbagai pihak. Tak hanya itu yang paling penting adalah dorongan dari dalam diri akuntan itu sendiri. Seorang akuntan harus memiliki bekal pengetahuan, kepercayaan diri, pantang menyerah, dan melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaannya. Itulah yang membuat akuntan dapat bersaing dengan akuntan luar negri.
Ada tujuh poin nilai tambah yang menunjang seorang akuntan menjadi lebih kompetitif :
1.      Pengalaman Praktis : Akuntan kompetitif memiliki pengalaman praktis yang sudah melalui pengujian serta sudah terbukti di masyarakat.
2.      Komitmen Good Governance : Akuntan mempunyai integritas, etika bisni, nilai-nilai soail dan menjujung tinggi prinsip-prinsip tersebut.
3.      Referensi Keilmuan Berkualitas : Akuntan harus senantiasa memperbaharui setiap kinerjanya sehingga dapat tercipta kinerja yang lebih baik setiap harinya.
4.      Standar Kerja Terbaik : Seorang akuntan memiliki standar kerja ysng tinggi dan kompeten baik secara nasional maupun secara internasional.
5.      Jejaring Luas : Akuntan yang bergabung dengan IAI dan tercatat sebagai akuntan profesional tentu akan membawa dampak positif bagi akuntan itu sendiri maupun bagi citra perusahaan.
6.      Leadership : Akuntan yang kompetitif tentu mempunyai kemampuan sebagai seorang pemimpin.
7.      Decision Maker : Akuntan dapat mengetahui  masalah perubahan secara detail dan cepat dalam mengambil langkah keputusan yang baik dan benar sehingga tidak membuat perusahaan kehilangan visi dan misinya.
Ketika ketiga hal tersebut telah dimiliki oleh seorang akuntan, maka ketiga hal tersebut harus dikembangkan secara maksimal agar dapat lebih siap dalam menghadapi persaingan AEC. Cara yang digunakan untuk menumbuhkan sikap profesional, beretika, dan kompetitif antara lain:
1.      Bekerja secara jujur, berintegritas, dan kompeten yang tinggi
2.      Tidak pantang menyerah dalam keadaan apapun
3.      Selalu mengikuti perkembangan berita nasional maupun internasional, agar dapat mengantisipasi jika ada hal yang negatif yang berhubungan dengan keuangan
4.      Meningkatkan kemampuan IQ,EQ, dan SQ
5.      Lebih meningkatkan kualifikasi dosen pengajar baik dalam segi pengetahuan maupun etika agar lulusan akuntansi dalam perguruan tinggi memiliki bekal pengetahuan yang tinggi
6.      Memiliki tanggung jawab dalam setiap pekerjaan yang dilaksanakannya, maka ia akan bekerja secara maksimal serta memperhatikan setiap detail yang ada
Persaingan adalah hal yang sering didengar apalagi bagi dunia kerja. Tak perlu takut dalam menghadapi AEC, tetapi manfaatkanlah kesempatan yang ada dengan bekal pengetahuan dan sikap yang mempunyai integritas serta tanggung jawab. Dengan demikian, maka akuntan Indonesia dapat mengalami suatu perubahan yang signifikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar